Danantara Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase I Serentak, PTPN Group Hadir untuk Perkuat Ketahanan Energi

Minggu, 8 Februari 2026 – 22:41 WIB

Jakarta, VIVA – BPI Danantara Indonesia secara serentak melakukan groundbreaking untuk enam proyek hilirisasi di 13 lokasi. Total nilai investasinya mencapai US$ 7 miliar.

Baca Juga :


Menko Airlangga Minta Danantara Jelaskan Arah Fiskal RI ke Moody’s

Proyek-proyek ini adalah bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional untuk memperkuat sektor riil, meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Proyek ini diperkirakan bisa menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung.

Peresmian serentak ini menandai dimulainya proyek-proyek prioritas hilirisasi fase pertama. Proyek ini dikelola secara terintegrasi dan lintas sektor, seperti energi, pangan, serta mineral dan logam. Tujuannya untuk memperkuat struktur industri nasional dan mengurangi ketergantungan impor secara bertahap.

Baca Juga :


Resmi di-Groundbreaking! Simak Daftar 6 Proyek Hilirisasi Danantara Senilai Rp 110 Triliun

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa program hilirisasi adalah agenda strategis prioritas Presiden RI dan juga fokus utama Danantara untuk mendorong transformasi ekonomi.

“Tahap awal proyek-proyek ini diharapkan bisa memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian Indonesia, baik lewat penciptaan nilai tambah industri maupun penyerapan tenaga kerja. Ke depannya, proyek hilirisasi ini diharapkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Melalui kolaborasi erat antara pemerintah, BUMN, dan mitra strategis, hilirisasi akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat kemandirian industri dan mendorong Indonesia menuju ekonomi yang lebih maju dan bernilai tambah tinggi,” ujar Rosan, Minggu, 8 Februari 2026.

Baca Juga :


Airlangga: Outlook Negatif Moody’s ke RI Imbas Publik Global Belum Paham Peran Danantara

PTPN III (Persero) bersama Pertamina meresmikan Proyek Bioethanol di Banyuwangi. Proyek ini dirancang punya kapasitas produksi 100 KLPD (Kilo Liter Per Hari) untuk mendukung sektor energi dan memperkuat rantai nilai industri nasional.

MEMBACA  Koneksi NYT Hari Ini: Edisi Olahraga Petunjuk, Jawaban untuk 26 Februari, #156

Proyek Bioethanol Glenmore diharapkan bisa memberikan manfaat seperti diversifikasi bisnis dan peningkatan nilai tambah bagi perusahaan. Juga untuk meningkatkan ketahanan energi, menghemat devisa, dan mendukung komitmen pengurangan emisi.

Selain itu, proyek ini akan membuka lapangan kerja dan secara tidak langsung meningkatkan kesejahteraan petani mitra. Juga mendorong pengembangan wilayah dan lingkungan yang lebih bersih lewat energi terbarukan.

Halaman Selanjutnya

Denaldy Mulino Mauna, Direktur Utama PTPN III, mengungkapkan, “Kami yakin proyek ini akan memberi manfaat bagi banyak pihak, meningkatkan ketahanan energi, mengurangi ketergantungan impor, menekan emisi karbon, serta membuka peluang ekonomi baru bagi petani mitra dan masyarakat sekitar lewat pengembangan bahan bakar nabati,” jelasnya.

Tinggalkan komentar