Pemerintah Provinsi Aceh telah menyerahkan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P) ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan total anggaran yang diajukan sebesar Rp153,3 triliun.
“Pemda Aceh sudah menyerahkan dokumen R3P ke pemerintah pusat melalui BNPB pada 3 Februari 2026,” ujar Juru Bicara Pemprov Aceh, Muhammad MTA, di Banda Aceh, Minggu.
Ia menjelaskan alokasi pendanaannya terbagi untuk beberapa pihak: Rp41,8 triliun untuk kementerian/lembaga, Rp22 triliun untuk Provinsi Aceh, Rp60,43 triliun untuk kabupaten/kota, serta Rp29 triliun untuk swasta dan masyarakat.
Menurutnya, dokumen R3P ini merangkum data komprehensif tentang kerusakan, kerugian, dan rencana pemulihan yang diajukan oleh seluruh tingkat pemerintahan, mulai dari kementerian hingga provinsi dan kabupaten.
Ditambahkannya, tim dari Kementerian PPN/Bappenas sudah berkunjung ke Aceh untuk berkoordinasi dengan pemprov dan memastikan keselarasan dokumen R3P.
Setelah penyerahan, BNPB telah memulai verifikasi administrasi dokumen, yang akan dilanjutkan dengan verifikasi lapangan berdasarkan rencana pemulihan yang diusulkan.
“Usai verifikasi lapangan selesai, BNPB akan meneruskan hasilnya ke Bappenas untuk menyiapkan program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana,” katanya.
Juru bicara itu menekankan bahwa upaya pemulihan masih berlangsung dan dilakukan oleh pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah.
Aceh menjadi satu dari tiga provinsi di Pulau Sumatra—bersama Sumatera Utara dan Sumatera Barat—yang terdampak banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025.
Berdasarkan catatan BNPB per 8 Februari, bencana tersebut mengakibatkan 1.204 jiwa meninggal, dengan 562 korban di antaranya tercatat di Aceh.
Berita terkait: TNI, locals work to restore access in Aceh after floods
Berita terkait: Aceh, North Sumatra, West Sumatra receive extra post-disaster funds
Berita terkait: Govt accelerates bridge repairs linking Gayo Lues and Southeast Aceh
*Penerjemah: Rahmat Fajri, Raka Adji
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026*