Minggu, 8 Februari 2026 – 09:56 WIB
Pelatih Timnas Futsal Iran, Vahid Shamsaee, mengakui bahwa timnya mengalami tekanan besar saat melawan Timnas Futsal Indonesia di final AFC Futsal 2026. Bertanding di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu 7 Februari 2026, Shamsaee menyebut atmosfer pertandingan itu seperti ujian mental yang sangat ekstrim bagi anak asuhnya.
Iran akhirnya menjadi juara setelah mengalahkan Indonesia lewat drama adu penalti dengan skor 5-4. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 5-5 di waktu normal. Meski membawa pulang piala, Shamsaee mengakui laga itu penuh dengan tekanan yang luar biasa.
“Pertama-tama saya ucapkan selamat atas kemajuan besar yang ditunjukkan Indonesia. Dalam kondisi mental yang sangat sulit, pemain-pemain saya bisa bangkit dan kembali ke pertandingan,” kata Shamsaee.
Ia menegaskan tekanan yang dihadapi Iran bukanlah situasi yang mudah untuk tim manapun. Menurut dia, atmosfer di Indonesia Arena dan dukungan penuh penonton tuan rumah menjadi faktor penting.
“Saya tidak berharap tim mana pun harus merasakan tekanan seperti yang kami alami. Tapi yang paling penting, trofi ini tetap milik kami,” ujarnya.
Lebih lanjut, Shamsaee bahkan berpendapat tidak banyak tim yang bisa bertahan jika berada di posisi Iran. Dia menyebut hanya skuadnya yang mampu melewati badai tekanan itu sampai ke garis finish.
“Saya yakin kalau tim lain berada dalam situasi seperti kami, mereka mungkin bahkan tidak bakal bisa lolos ke final. Selain pemain dan staf Iran, tidak ada tim lain yang bisa bertahan dan berhasil dalam kondisi seperti ini,” tegasnya.
Meski gagal meraih gelar juara, penampilan Timnas Futsal Indonesia dapat banyak pujian. Bermain tanpa takut di hadapan pendukung sendiri, Indonesia berhasil memaksa raksasa Asia itu bekerja keras sampai adu penalti. Hal ini juga menunjukan kebangkitan futsal Merah Putih di tingkat Asia.