Kendari (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah memperkuat konektivitas antar pulau untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional dengan meluncurkan layanan kapal cepat baru yang menghubungkan Kendari dan Raha, kata para pejabat pada Sabtu, menegaskan peran transportasi laut dalam mendukung ekonomi berbasis kepulauan.
Wakil Gubernur Hugua mengatakan di Kendari bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperlancar arus barang, jasa, dan orang antar pulau, membantu membuka potensi ekonomi di luar daratan provinsi dan mengurangi hambatan logistik.
Dia mengatakan peningkatan transportasi laut bukan lagi pilihan untuk Sulawesi Tenggara, sebuah provinsi yang sebagian besar terdiri dari kepulauan yang aktivitas ekonominya sangat bergantung pada koneksi laut.
“Sulawesi Tenggara adalah kepulauan, jadi jaringan komunikasi dan transportasi laut sangat penting,” kata Hugua.
“Kehadiran moda transportasi baru ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita,” tambahnya.
Kapal cepat yang diresmikan pada rute Kendari–Raha memiliki total kapasitas 388 penumpang, terdiri dari 260 kursi kelas eksekutif dan 128 kursi kelas VIP, menurut pejabat provinsi.
“Kapasitas tambahan ini diharapkan dapat mengakomodir mobilitas warga yang tinggi antara ibu kota provinsi dan Kabupaten Muna,” kata Hugua, merujuk pada Raha yang merupakan ibu kota Muna.
Dia menambahkan bahwa jaringan transportasi laut yang lebih kuat akan membantu memastikan aktivitas ekonomi dan pembangunan tidak terpusat hanya di daratan utama, tetapi terdistribusi lebih merata di wilayah kepulauan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari, Kapten Raman, menyatakan layanan ini akan beroperasi dengan jadwal harian tetap untuk memberikan kepastian bagi penumpang dan pelaku usaha.
Keberangkatan dijadwalkan dari Kendari pada pukul 13.00 WITA, sementara kapal akan berangkat dari Raha pada pukul 09.00 WITA, katanya.
“Harga tiket ditetapkan sebesar Rp160.000 untuk kelas eksekutif dan Rp260.000 untuk kelas VIP,” kata Raman kepada wartawan.
Di luar dampak ekonomi jangka panjang, Raman mengatakan layanan baru ini juga diharapkan dapat membantu mengelola lonjakan jumlah penumpang menjelang periode libur hari raya Idul Fitri, ketika permintaan perjalanan biasanya melonjak.
“Efisiensi waktu adalah keunggulan utama yang ditawarkan kepada masyarakat,” katanya, mencatat bahwa perjalanan yang lebih cepat dapat meringankan tekanan pada opsi transportasi yang ada.
Raman menambahkan, waktu peluncuran kapal ini strategis, karena datang tepat sebelum musim angkutan Lebaran, ketika perjalanan yang aman, cepat, dan nyaman menjadi prioritas.
“Dengan kecepatannya yang tinggi, waktu tempuh ke Raha hanya sekitar 2,5 jam. Kami harap layanan ini dapat memenuhi permintaan publik akan transportasi yang efisien dan andal selama periode liburan yang ramai ini,” ujarnya.
Berita terkait: Letung dan Sedanau ports boost connectivity, logistics in border areas
Berita terkait: New Dobo–Marlasi ferry route boosts eastern Indonesia connectivity
Penerjemah: La Ode Muh. Deden Saputra, Cindy Frishanti Octavia
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026