Jumat, 6 Februari 2026 – 16:26 WIB
Jakarta, VIVA – Kerjasama antara joint venture Contemporary Amperex Technology Co., Limited/CATL–Brunp–Lygend (CBL) dan Indonesia Battery Corporation (IBC) dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) yang terintegrasi, dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat industri masa depan Indonesia.
Baca Juga :
PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, Awal 2026 Sudah Ada 5.000 SPKLU Tersebar Nasional
Direktur Utama CBL Indonesia, Wu Zhihui, mengatakan proyek ini dirancang untuk membangun rantai pasok baterai EV secara menyeluruh. Mulai dari hulu hingga hilir, mencakup manufaktur, pengolahan material, sampai daur ulang.
“Upaya tersebut diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem baterai global,” kata Wu dalam keterangannya.
Baca Juga :
Tegaskan Jadi Banknya Developer, BSN Bangun Ekosistem Perumahan Berbasis Syariah
Komitmen Di Industri Global
Dia menambahkan, kerja sama ini merupakan bentuk komitmen CBL dan CATL Group untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu kawasan penting dalam ekosistem industri baterai kendaraan listrik dunia.
Baca Juga :
BYD Siapkan Senjata Baru, Waktu Cas Dipangkas Brutal
“Melalui kerjasama ini, kami ingin membangun rantai pasok baterai yang terintegrasi di Indonesia, dari manufaktur hingga daur ulang. Juga menjadikan Indonesia sebagai basis penting dalam ekosistem baterai global,” ujar Wu.
Proyek ini juga dianggap sejalan dengan agenda hilirisasi industri dan transisi energi nasional. Selain itu, membuka peluang transfer teknologi, pengembangan kapasitas industri dalam negeri, serta peningkatan kualitas SDM. Dukungan dan pengawasan DPR menjadi faktor penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana pembangunan nasional.
Wu juga menyampaikan apresiasi kepada Komisi XII DPR RI atas dukungan sejak tahap awal proyek, termasuk kehadiran anggota DPR dalam acara *groundbreaking* kerja sama CBL–IBC–ANTAM di Karawang pada Juni 2025 lalu.
“Dukungan Komisi XII DPR RI sejak awal menjadi faktor penting bagi kelancaran dan keberlanjutan pengembangan industri baterai ini,” ujarnya.
Secara global, konsorsium ini memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan rantai pasok baterai terintegrasi dari hulu ke hilir, termasuk teknologi daur ulang baterai bekas.
“Pengalaman dan teknologi itu ingin kami terapkan di Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tutupnya.
Halaman Selanjutnya
Diketahui, dalam proyek ini PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) berperan sebagai perusahaan patungan antara IBC dan konsorsium CBL. Perusahaan yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat ini menjadi bagian penting dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik nasional.