Para ahli keamanan pangan menyatakan ambang batas kelaparan untuk malnutrisi akut telah terlampaui di Um Baru dan Kernoi, Darfur.
Diterbitkan Pada 5 Feb 2026
Ahli yang didukung Peringatan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa malnutrisi akut telah mencapai tingkat kelaparan di dua wilayah lagi di region Darfur, Sudan barat. Hal ini terjadi seiring perang saudara antara Pasukan Dukungan Cepat (RSF) dan tentara Sudan yang memicu kelaparan luas.
Dalam peringatan yang dikeluarkan Kamis oleh *Integrated Food Security Phase Classification* (IPC), para ahli keamanan pangan global menyatakan ambang batas kelaparan untuk malnutrisi akut telah terlampaui di wilayah-wilayah yang diperebutkan di Negara Bagian Darfur Utara, yaitu Um Baru dan Kernoi.
Rekomendasi Cerita
Peringatan IPC ini bukanlah klasifikasi kelaparan resmi, namun menggarisbawahi tingkat kelaparan yang mengkhawatirkan berdasarkan data terbaru.
Laporan tersebut menyebutkan, di Um Baru, tingkat anak di bawah lima tahun yang mengalami malnutrisi akut hampir dua kali lipat ambang batas kelaparan, dengan 53 persen terdampak.
Ditambahkan, hampir sepertiga anak-anak di Kernoi menderita malnutrisi akut.
“Tingkat yang mengkhawatirkan ini mengindikasikan peningkatan risiko kematian berlebih dan menimbulkan kekhawatiran bahwa wilayah-wilayah sekitarnya mungkin mengalami kondisi katastropik yang serupa,” bunyi laporan itu.
Peringatan pada hari Kamis tersebut, yang didasarkan pada data hingga Februari, muncul hampir tiga bulan setelah IPC mengonfirmasi kondisi kelaparan di el-Fasher, ibu kota Darfur Utara, dan Kadugli, ibu kota Kordofan Selatan, sekitar 800 km di sebelah timur.
El-Fasher, yang lama menjadi benteng terakhir tentara Sudan di region Darfur, jatuh ke tangan RSF pada Oktober setelah 18 bulan pemboman dan kelaparan.
Um Baru dan Kernoi terletak dekat perbatasan dengan Chad dan telah menerima sebagian dari puluhan ribu pengungsi yang melarikan diri dari el-Fasher saat jatuh ke RSF. Pertempuran kemudian dilaporkan terjadi di kedua lokasi tersebut.
Sejak April 2023, Sudan dilanda perang dahsyat antara tentara dan RSF, yang telah menewaskan puluhan ribu orang, mengusir hampir 11 juta penduduk, serta menjerumuskan berbagai region ke dalam kelaparan.
IPC menyatakan 20 wilayah lagi di Darfur dan Kordofan yang bertetangga berisiko mengalami kelaparan.