Ironi Alokasi Dana Pendidikan dan Refleksi Kemiskinan Struktural

Kamis, 5 Februari 2026 – 19:48 WIB

VIVA – Kematian seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat sorotan tajam dari Amnesty International Indonesia. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyatakan peristiwa ini adalah ironi serius dalam pemenuhan hak asasi manusia, terutama hak anak untuk mendapatkan pendidikan.

Menanggapi tragedi ini, Usman menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban. Dia menyebut kejadian ini sebagai gambaran nyata dari dampak kemiskinan struktural yang belum ditangani dengan tuntas.

"Apa yang terjadi di NTT adalah produk dari kemiskinan struktural. Kami menyampaikan duka mendalam kepada keluarga almarhum. Ini adalah tragedi kemanusiaan yang menyedihkan. Tamparan keras bagi negara yang gagal melindungi hak asasi manusia," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip Kamis, 5 Februari 2026.

Dia menilai tragedi ini menjadi ironi di tengah anggaran negara yang besar, sementara masih ada anak yang mengalami tekanan ekonomi sampai tidak bisa beli alat tulis dengan harga di bawah Rp10.000.

Menurutnya, pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan pengentasan kemiskinan dan memastikan akses pendidikan yang benar-benar inklusif, termasuk menyediakan sarana belajar untuk anak dari keluarga miskin.

"Kematian YBS menunjukkan negara gagal dalam memastikan akses pendidikan bagi anak-anak miskin. Hak atas pendidikan bukan cuma biaya sekolah tapi juga peralatan untuk belajar," kata Usman.

Dia menambahkan, kemiskinan tidak hanya mempengaruhi kondisi ekonomi, tetapi juga psikologis anak. Perasaan tersisih dan tidak berdaya bisa membuat mereka rentan terhadap pelanggaran hak asasi manusia, termasuk kehilangan akses pendidikan yang layak.

Amnesty International Indonesia juga mendesak pemerintah untuk melibatkan masyarakat terdampak dalam membuat kebijakan serta memastikan program pendidikan gratis benar-benar sampai ke kelompok rentan.

MEMBACA  Google Gabungkan ChromeOS dan Android Tahun Depan untuk Pacu AI Layar Lebar

"Pendidikan yang layak adalah hak yang dijamin oleh Konstitusi dan perjanjian internasional. Negara wajib memenuhi hak itu, bukan cuma dengan menyediakan gedung sekolah, tapi juga memastikan setiap anak punya akses ke sarana pendukung pendidikan tanpa halangan biaya," tegasnya.

Halaman Selanjutnya

Seorang murid kelas IV SD berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, NTT, ditemukan meninggal dunia pada 29 Januari 2026 di dekat pondok tempat ia tinggal bersama neneknya. Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi setempat, korban diduga mengakhiri hidupnya karena merasa putus asa akibat kondisi ekonomi keluarganya.

Tinggalkan komentar