Jakarta (ANTARA) – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa 22 dari 66 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dalam program arahan Presiden Prabowo Subianto akan selesai dan beroperasi pada Maret atau April 2026.
"Kami akan laporkan bahwa, insya Allah, 16 rumah sakit akan selesai akhir Februari, dan 22 akan selesai pada Maret atau April," ujarnya di Jakarta pada Kamis.
Sadikin menjelaskan bahwa pembangunan 20 RSUD telah disetujui untuk tahun 2026, sementara sisanya 24 akan dibangun pada 2027.
"Sekitar 16 saat ini sudah siap akhir Februari, jadi enam sisanya diharapkan rampung antara Maret dan April," tambahnya.
Dirjen Pelayanan Kesehatan Tingkat Lanjut Azhar Jaya menyatakan bahwa rumah sakit-rumah sakit ini dilengkapi untuk menangani penyakit katastrofik seperti kanker, penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal atau urologi nefrologi (KJSU).
"Dengan membangun rumah sakit tingkat menengah ini, kami harap 80 persen masalah kesehatan masyarakat, termasuk penyakit jantung, stroke, kanker, urologi, nefrologi, serta kesehatan ibu dan anak, bisa ditangani disini," jelasnya.
Rumah sakit tersebut juga memenuhi persyaratan Kementerian Pekerjaan Umum, memastikan desainnya ramah disabilitas dan tahan gempa hingga magnitudo 8.
Jaya menyebut pemerintah telah mengalokasikan dana Rp20 miliar (sekitar US$1,19 juta) untuk melengkapi fasilitas medis di rumah sakit yang siap diresmikan.
Dia menyebut beberapa alat medis, seperti laboratorium kateterisasi (cath lab), masih dalam proses pengiriman.
Dirjen Sumber Daya Manusia Kesehatan Yuli Farianti mengatakan untuk memastikan rumah sakit memiliki tenaga kesehatan yang diperlukan, kementerian menggunakan penugasan khusus dengan insentif, penempatan residen, dan penugasan dari rumah sakit pusat.
Staf Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom RI) Adita Irawati menambahkan, membangun 66 rumah sakit daerah yang lengkap merupakan salah satu dari tiga program kesehatan "quick-win" Presiden Prabowo Subianto, bersama pemeriksaan kesehatan gratis dan eliminasi tuberkulosis.
"Ini untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan memastikan kita memiliki sumber daya manusia yang berkualitas demi mencapai visi Indonesia Emas 2045," kata Irawati.
Berita terkait:
- Indonesia kembangkan pelatihan berbasis rumah sakit untuk atasi kekurangan spesialis
- Rumah Sakit Maba akan perkuat cakupan layanan kesehatan di Maluku Utara
- Puskesmas di Sumatra secara bertahap beroperasi kembali pasca banjir
Penerjemah: Arie Novarina
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026