Pemerintah Perkuat Peran Bandara sebagai Pusat Penanggulangan Bencana

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perhubungan memperkuat peran bandara sebagai pusat penanganan bencana untuk mempercepat mobilisasi dan distribusi logistik serta bantuan kemanusiaan guna mendukung tanggap darurat di daerah terdampak.

“Transportasi udara menjadi tulang punggung evakuasi korban, pendistribusian bantuan kemanusiaan, mobilisasi personel, dan percepatan pemulihan di kawasan terdampak bencana,” ujar pejabat kementerian, Achmad Setiyo Prabowo, dalam pernyataan di Jakarta pada Kamis.

Menurut Setiyo, Indonesia yang terletak di Ring of Fire sangat rentan terhadap bencana, mulai dari gempa bumi dan tsunami hingga bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim. Karenanya, transportasi udara memegang peran vital sebagai penopang hidup saat akses darat dan laut terputus.

Sebagai langkah konkret, kementerian melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan operator bandara terus memperkuat konsep infrastruktur tangguh dengan mengubah bandara tidak hanya menjadi hub transportasi, tapi juga jadi pusat tanggap bencana dan logistik kemanusiaan.

“Beberapa bandara di Sumatera telah dipersiapkan untuk tetap beroperasi dalam keadaan darurat,” jelasnya.

Sementara itu, Purnama Pangalinan, Kepala Dinas Perhubungan Daerah, mendukung temuan dan rekomendasi untuk memperkuat koordinasi antarlembaga, kapasitas sumber daya manusia, serta protokol terpadu antara BNPB/BPBD, TNI-Polri, Basarnas, BMKG, dan AirNav guna memastikan kesiapan angkutan udara yang cepat, aman, dan terkoordinasi saat keadaan darurat bencana.

Kedua, kapasitas teknis personel otoritas bandara akan ditingkatkan dalam kelaikan udara dan operasi pesawat, termasuk pengawasan penerbangan sipil asing selama keadaan darurat dan bencana.

Lebih lanjuut, tata kelola dan prosedur operasi standar untuk operasi udara akan diintegrasikan di seluruh lembaga, didukung latihan kesiapsiagaan rutin untuk memastikan respons bencana yang konsisten, terkoordinasi, dan efektif.

Keempat, kemitraan dengan lembaga pendidikan dan pelatihan penerbangan, termasuk PPI Curug dan Poltekbang Palembang, akan memfasilitasi pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana terpadu, serta pengembangan, standardisasi, dan evaluasi rutin dokumen GARD untuk menjamin keselamatan dan keberlangsungan operasi penerbangan darurat.

MEMBACA  Gangguan CrowdStrike mengakibatkan penerbangan di bandara di seluruh dunia terhenti.

Penguatan pengawasan dan koordinasi operasi transportasi udara akan berfokus pada kesiapsiagaan, tanggap, dan pemulihan penerbangan, bersama dengan layanan penumpang terpadu, sambil mengoptimalkan kesiapan bandara di daerah rawan bencana melalui peningkatan infrastruktur, sumber daya manusia, dan layanan penerbangan operasional.

Berita terkait: Indonesia bentuk Pusat Krisis Nasional pasca banjir dan longsor

Berita terkait: BNPB dirikan pusat kendali penanganan bencana di Papua

Berita terkait: PVMBG ungkap hasil investigasi pergerakan tanah di dekat Gunung Marapi

Penerjemah: Muhammad Harianto, Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar