Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia mengalokasikan dana sebesar US$120 juta untuk konservasi, pengembangan, dan pemeliharaan Taman Nasional Way Kambas di Provinsi Lampung.
“Ini membuktikan komitmen pemerintah, termasuk pendanaan konkrit untuk melindungi taman nasional. US$120 juta telah dialokasikan untuk Way Kambas,” ujar Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi, di Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta pada Rabu.
Menurut Hashim, Taman Nasional Way Kambas merupakan area konservasi kritis bagi gajah Sumatera, badak Sumatera yang terancam punah, dan berbagai spesies terancam lainnya.
Dia mengatakan komitmen anggaran ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat pertemuannya dengan Raja Charles III di Lancaster House, London, pada Januari lalu.
Hashim menekankan bahwa pendanaan ini sepenuhnya bersumber dari dalam negeri dan bukan dari donor internasional.
“Ini adalah contoh nyata bahwa kami mempraktekkan apa yang kami ucapkan,” katanya.
Lebih lanjut, Hashim menyatakan bahwa Presiden Prabowo juga berkomitmen untuk meningkatkan jumlah polisi kehutanan secara signifikan, dari sekitar 5.000 personel menjadi 70.000.
Saat ini, jumlah polisi kehutanan dinilai tidak mencukupi untuk menjaga 57 taman nasional di Indonesia.
“Jumlah ini akan cukup, setidaknya untuk sementara waktu, untuk melindungi taman nasional, hutan lindung, dan area kritis lain yang vital bagi kelestarian lingkungan dan planet kita,” tambahnya.
Hashim mengulangi bahwa komitmen pemerintah terhadap konservasi lingkungan sangat penting, mencatat bahwa dalam 10–15 tahun terakhir, sekitar 4 juta hektar hutan lindung dan taman nasional telah diduduki secara ilegal oleh perkebunan kelapa sawit yang dioperasikan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
“Jadi, ini adalah dua contoh jelas dari komitmen Presiden Prabowo dan pemerintah dalam perlindungan lingkungan,” ujarnya.
Sebelumnya pada Januari, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa pemerintah saat ini sedang mempersiapkan landasan bagi Way Kambas untuk menjadi taman nasional pertama di Indonesia yang menyelenggarakan proyek karbon offset yang terbuka untuk Pasar Karbon Sukarela.
Berita terkait: Indonesia, UK partner to protect biodiversity in three national parks
Berita terkait: Way Kambas Park boosts tourism with elephant interaction model
Penerjemah: Rizka Khaerunnisa, Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026