Jaksa Agung Libya Selidiki Pembunuhan Saif al-Islam Gaddafi

Kantor Jaksa Agung menyatakan tim forensik telah memeriksa jenazah dan lokasi penembakan.

Diterbitkan Pada 4 Feb 20264 Feb 2026

Klik di sini untuk membagikan di media sosial

share2

Jaksa Libya telah meluncurkan penyelidikan resmi terkait pembunuhan Saif al-Islam Gaddafi, putra dari mantan pemimpin negara tersebut, Muammar Gaddafi.

Kantor kejaksaan umum menyatakan pada Rabu bahwa ahli forensik telah dikirim ke Zintan di barat laut Libya, tempat Gaddafi ditembak mati, serta menambahkan bahwa upaya mengidentifikasi tersangka sedang dilakukan.

Rekomendasi Cerita

daftar 3 itemakhir daftar

“Korban meninggal akibat luka tembak,” demikian pernyataan kantor tersebut, yang juga menyebut bahwa penyelidik berupaya “mewawancarai saksi dan siapa pun yang dapat memberikan pencerahan atas insiden ini”.

Tim politik Gaddafi menyebutkan “empat orang bermasker” menyerbu rumahnya dan membunuhnya dalam sebuah “pembunuhan yang pengecut dan penuh pengkhianatan”. Dikatakan bahwa Gaddafi terlibat dalam pergulatan langsung dengan para penyerang, yang telah mematikan kamera keamanan properti dalam sebuah upaya yang digambarkan sebagai “usaha nekat untuk menghapus jejak kejahatan keji mereka”.

(Al Jazeera)

Meski tidak menduduki jabatan resmi pemerintah, Gaddafi secara luas dianggap sebagai wakil ayahnya dari tahun 2000 hingga pemberontakan 2011 yang mengakhiri kekuasaan 42 tahun Muammar Gaddafi dan berujung pada kematiannya di tangan pasukan oposisi.

Saif al-Islam ditangkap oleh milisi di Zintan pada akhir 2011 saat ia berupaya melarikan diri ke Niger tetangga setelah jatuhnya Tripoli.

Setelah menghabiskan enam tahun dalam penahanan, ia diberi kebebasan pada 2017 berdasarkan hukum amnesti dan tetap menjadi penduduk Zintan.

MEMBACA  Perayaan Taste of Italy ke-33 memperingati Bulan Warisan Italia

Tinggalkan komentar