Jakarta (ANTARA) – Indonesia mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen nasional sebagai bagian dari transisi energi bersih. Ini mendukung dekarbonisasi, ketahanan energi, dan pertumbuhan industri jangka panjang di bawah program Astacita Presiden Prabowo Subianto.
Kementerian ESDM menyatakan pada Selasa bahwa inisiatif ini sejalan dengan Strategi Hidrogen Nasional dan Peta Jalan Hidrogen dan Amonia Nasional, yang memandu pengembangan hidrogen serta amonia di Indonesia.
Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi, mengatakan pengembangan hidrogen penting bagi industri, transportasi, pembangkit listrik, dan sektor berorientasi ekspor, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
"Tahun ini, yang merupakan indikator kinerja utama saya, hidrogen hijau harus tersedia di pasar dengan jumlah mendekati 200 ton per tahun. Kita harus capai itu, dan kita ingin menciptakan lebih banyak lagi," ujar Eniya dalam Forum Percepatan Pengembangan Hidrogen dan Amonia Indonesia-Jepang ke-4 di Jakarta.
Berita terkait: Indonesia proyeksikan surplus hidrogen pada 2060, rencanakan ekspor
Dia menjelaskan implementasi akan dilakukan bertahap untuk memastikan kesiapan regulasi, pembangunan infrastruktur, pertumbuhan permintaan pasar, dan peningkatan kapabilitas domestik, sambil menjaga fleksibilitas kebijakan dan evaluasi berkala.
Rencana tersebut terdiri dari fase inisiasi (2025-2034), dilanjutkan fase pengembangan dan integrasi (2035-2045), serta fase akselerasi dan keberlanjutan (2045-2060).
Indonesia memperkuat kerjasama dengan Jepang melalui JICA, menggabungkan teknologi, pengalaman proyek, dan pembiayaan Jepang dengan potensi energi terbarukan serta prospek permintaan jangka panjang Indonesia.
Peta jalan kemitraan hidrogen Indonesia-Jepang diharapkan mendorong kolaborasi industri, didukung pembiayaan publik dan mitigasi risiko tahap awal untuk mempercepat pembangunan infrastruktur hidrogen yang layak secara finansial.
Perwakilan Senior JICA, Akira Sato, menyatakan kebijakan pemerintah di bawah Presiden Prabowo menekankan swasembada energi dan pangan, pertumbuhan investasi, stabilitas makroekonomi, dan pembangunan ekonomi inklusif.
Sato menegaskan JICA tetap berkomitmen mendukung transisi energi Indonesia. Dia mencatat peta jalan hidrogen-ammonia bilateral ini melengkapi kebijakan nasional Indonesia dan merangkum kerangka kerja praktis untuk kerjasama kedua negara.
Berita terkait: Indonesia pamerkan potensi energinya di Global Hydrogen Summit
Penerjemah: Kelik Dewanto, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026