Guncangan MSCI di Pasar Modal Indonesia, Pakar Soroti Kelemahan Regulator

loading…

Seorang pakar perbankan menekankan, kalau organisasi regulasi mandiri (SRO) gagal memperbaiki diri dan OJK tidak bisa melakukan pengawasan yang substansial, maka Pemerintah harus turun tangan melakukan intervensi. Foto/Dok

JAKARTA – Presiden Direktur Center for Banking Crisis (CBC) Achmad Deni Daruri berpendapat, gejolak di pasar modal karena sikap Morgan Stanley Capital International (MSCI) bukan cuma masalah teknis saja. Dia menyebutnya sebagai bukti kegagalan struktural dari regulator pasar modal Indonesia, yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Deni, keputusan MSCI untuk menahan penyeimbangan kembali indeks Indonesia serta meninjau ulang aspek free float dan transparansi kepemilikan saham telah memicu koreksi tajam di pasar saham nasional, dengan IHSG anjlok hampir 7%.

Baca Juga: Menelaah di Balik Manuver MSCI

“Ini bukan cuma isu teknis. Ini indikator kegagalan regulator domestik OJK dan BEI dalam memastikan keterbukaan informasi, keakuratan data kepemilikan, dan kualitas tata kelola emiten,” kata Deni di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Lembaga sekelas MSCI, lanjut Deni, menemukan bahwa data free float emiten Indonesia tidak kredibel, kepemilikan saham tidak transparan, dan banyak perusahaan publik yang tidak memenuhi standar global terkait informasi material.

Pakar perbankan ini menegaskan, ketika Self Regulatory Organization (SRO) gagal memperbaiki dirinya sendiri dan OJK tidak mampu melakukan pengawasan yang substansial, maka Pemerintah perlu turun tangan melakukan intervensi struktural.

“Kasus MSCI ini harus jadi alarm keras. Aturan free float tidak akurat, kepemilikan saham tidak trasnparan, dan keterbukaan informasi tidak memenuhi standar global,” tegasnya.

MEMBACA  5 Tempat Wisata di Bogor yang Menyegarkan, Cocok untuk Liburan Keluarga

Tinggalkan komentar