Indonesia Sesuaikan Program MBG untuk Dukung Stabilitas Harga Ramadan

Jakarta (ANTARA) – Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan adanya koordinasi berkelanjutan dengan instansi negara terkait untuk mengantisipasi kemungkinan gejolak harga jelang program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada periode Ramadan, saat harga bahan pokok biasanya naik.

“Saya berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menentukan bahan pangan apa yang seharusnya dipakai atau diganti dalam program ini sebelum Ramadan demi menjamin stabilitas harga,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana pada Senin (2 Februari).

Pernyataan itu disampaikannya di Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Bogor, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, dia juga menyoroti rencana memperluas cakupan MBG tidak hanya untuk anak sekolah, tapi juga balita, ibu menyusui, dan ibu hamil.

Hindayana menyebutkan badan tersebut juga bekerja sama dengan Kementerian Sosial untuk mencari mekanisme paling efektif guna memperluas program prioritas nasional ini kepada lansia dan penyandang disabilitas yang membutuhkan.

Dia lebih lanjut menekankan dampak ekonomi program ini, dengan menyebut pemerintah menggerakkan dana Rp19,5 triliun, atau sekitar US$1,1 miliar, dari APBN hanya untuk mendukung program ini pada Januari 2026 saja. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa program MBG memberikan manfaat yang lebih luas dari sekadar peningkatan kesehatan masyarakat.

“Program ini juga telah mendorong munculnya banyak wirausaha baru, termasuk usaha kecil yang memproduksi sabun, karena dapur MBG membutuhkan sekitar 25 liter sabun cair setiap harinya,” ujarnya.

Dalam hal tata kelola, Hindayana meyakinkan publik bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap dapur-dapur yang tidak memenuhi standar mutu dan keamanan pangan, menyusul beberapa insiden keracunan makanan belakangan ini.

“Kami akan memberikan peringatan kepada dapur MBG yang tidak memenuhi standar. Mereka akan dievaluasi dan bisa mendapatkan sanksi penghentian yang lebih lama,” tegasnya.

MEMBACA  Indonesia akan mengirim 100 dokter ke luar negeri setiap tahun untuk studi onkologi

Sejak diluncurkan pada Januari 2025, program MBG telah menjangkau sekitar 60,7 juta penerima manfaat melalui 22.275 dapur di seluruh Indonesia.

Berita terkait: Prabowo perintahkan peningkatan kualitas untuk program gizi gratis

Berita terkait: Distribusi makanan gratis terus berjalan selama Ramadan: Menteri

Penerjemah: Lintang Budiyanti, Tegar Nurfitra
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar