Invasi AS ke Iran: Lebih Menguntungkan Korporasi Ketimbang Kepentingan Nasional, Ini 6 Faktanya

loading…

Invasi Amerika Serikat ke Iran lebih dikarenakan dorongan korporasi ketimbang kepentingan nasional. Foto/X

TEHERAN – Retorika perang dari AS terhadap Iran tidak terlalu didasari oleh kepentingan nasional, namun lebih oleh kuatnya pengaruh perusahaan-perusahaan besar. Minyak dan gas Iran menjadi target utama di tengah meningkatnya ancaman militer dari Amerika.

Invasi AS ke Iran Lebih Disebabkan Kekuatan Korporasi Dibanding Kepentingan Nasional, Ini 6 Faktanya

1. Korporasi Mengambil Alih Kebijakan Luar Negeri AS

Dalam sebuah wawancara dengan Press TV, Anthony Donovan, seorang penulis dan aktivis politik dari AS, menyatakan bahwa korporasi yang menjalankan mesin perang Amerika telah “semakin menguasai” kebijakan luar negeri negara tersebut.

“Ada korporasi dan kekuatan yang menginginkan cadangan minyak dan gas Iran. Titik,” ujarnya.

Donovan, yang lama menjadi anggota Veterans For Peace, berbicara blak-blakan seperti seseorang yang telah melihat pola sama berulang selama puluhan tahun. Ia tidak melihat ancaman ini berasal dari satu orang di Gedung Putih saja, meskipun saat ini dijabat Donald Trump.

“Saya tidak terlalu menghiraukan Trump atau mendengar omongannya,” katanya. “Di New York City, kami mengenalnya selama 40 tahun. Dia akan berbohong dan menipu kapan saja.”

2. Korporasi Mengambil Alih Cita-cita Demokrasi di AS

Yang lebih mencemaskan Donovan adalah mekanisme di sekeliling kepresidenan. Departemen Perang (sebelumnya Departemen Pertahanan) telah lepas dari kendali Demokrat dan publik, katanya.

Aktivis veteran ini menambahkan bahwa korporasi yang sama juga semakin menguasai “tanah serta cita-cita demokrasi yang masih saya hargai.”

Penguasaan itu, menurut Donovan, terlihat dari anggaran dan persenjataan, dengan triliunan dolar dihabiskan untuk modernisasi senjata nuklir tanpa konsultasi atau pemberitahuan kepada publik.

MEMBACA  Beberapa Daerah di Jakarta Diguyur Hujan Pagi dan Siang Hari

“Mereka dengan cepat membangun lebih banyak senjata nuklir, menghabiskan triliunan dolar, padahal warga AS sudah berusaha menyingkirkannya di tahun 1970-an dan 80-an,” jelasnya pada Press TV.

“Sekarang, tanpa proses demokrasi, tanpa media, tanpa publik yang tahu atau dilibatkan, mereka membahayakan semua kehidupan dan menambah utang negara kita.”

Dia tidak ragu menyebut konsekuensinya sebagai hal yang “tidak masuk akal” dan “kriminal.”

Konfrontasi dengan Iran setelah Trump mengumumkan penambahan kekuatan militer di Teluk Persia, menurut Donovan, sangat sesuai dengan pola ini.

Tinggalkan komentar