Senin, 2 Februari 2026 – 23.51 WIB
VIVA – Hingga saat ini, 40 orang masih dinyatakan hilang karena bencana hidrometeorologi (longsor dan banjir) yang terjadi pada 27 November 2025 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Baca Juga :
Menurut data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), selain korban hilang, tercatat juga lima orang mengalami luka-luka. Informasi ini disampaikan oleh Pusdalops di Medan, Senin, 2 Februari 2026.
Korban yang terdampak tersebar di empat dari total dua puluh kabupaten/kota yang dilanda bencana. Rincianya, 40 orang hilang terdiri dari dua orang di Kabupaten Tapanuli Utara, 33 orang di Kabupaten Tapanuli Tengah, empat orang di Kabupaten Tapanuli Selatan, serta satu orang di Kabupaten Humbang Hasundutan. Sementara itu, kelima korban luka tercatat seluruhnya berada di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Baca Juga :
Zigo Rolanda: Pemulihan Pascabencana Sumatera Harus Terukur dan Taat Regulasi
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyatakan data tersebut masih bersifat sementara dan merupakan laporan yang diterima oleh Pusdalops PB Sumut. “Data ini merupakan update per 2 Februari 2026 pukul 17.00 WIB,” ungkapnya.
Pusdalops PB juga mencatat sebanyak 20 kabupaten/kota di Sumatera Utara terdampak bencana alam tersebut. Wilayah-wilayah itu meliputi Kota Medan, Kota Tebingtinggi, Kota Binjai, Kota Padangsidimpuan, dan Kota Sibolga.
Baca Juga :
Di Rakernas PSI, Kaesang Sebut Merawat Alam Bukan Cuma Tugas Menhut Raja Juli
Selain itu, bencana juga melanda Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Serdangbedagai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Asahan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Mandailing Natal, serta Kabupaten Batubara. (ant)
PDIP Minta Anggaran MBG Dievaluasi, Dialihkan untuk Darurat Bencana
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menjelaskan pemerintah perlu memangkas anggaran MBG dan mentransfernya ke daerah untuk dana darurat bencana.
VIVA.co.id
1 Februari 2026