Ditegur Prabowo Soal Sampah Menumpuk di Bali, Inilah Respons Gubernur Koster

Senin, 2 Februari 2026 – 21:34 WIB

Denpasar, VIVA – Gubernur Bali Wayan Koster merespons teguran Presiden Prabowo Subianto tentang kondisi Bali yang kotor dan penuh sampah. Dia menyatakan akan segera membentuk satuan tugas kebersihan pantai.

“Saya akan membentuk satuan tugas untuk berjaga di pantai. Begitu sampah datang langsung bisa dibersihkan,” kata Koster dalam rekaman yang diterima di Denpasar, Senin.

Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Presiden Prabowo menyoroti kondisi Bali, terutama pantainya yang kotor. Dia meminta pemerintah daerah melibatkan siswa sekolah dalam kegiatan bersih-bersih.

Gubernur Koster menjelaskan bahwa masalah sampah di pantai ini terjadi setiap tahun. Sampah tersebut adalah kiriman yang datang setiap musim hujan di akhir tahun.

“Desember 2025, Januari, dan awal Februari 2026, saat hujan turun, sampah kiriman dari luar daerah datang dengan cepat karena arusnya besar,” ucapnya.

Namun, untuk mengatasinya dibutuhkan waktu sekitar 2 atau 3 jam untuk memobilisasi pembersihan. Oleh karena itu, Pemprov Bali melihat langkah yang tepat adalah membentuk satuan tugas kebersihan agar tidak perlu menunggu lama.

Mengenai arahan Presiden untuk mengerahkan siswa SD sampai SMA membersihkan pantai seminggu sekali, Koster mengatakan tidak hanya siswa yang perlu disiapkan, tetapi juga alat pengangkut sampahnya.

Untuk alat berat, saat ini sudah cukup tersedia, tapi alat-alat itu tidak mungkin hanya dipakai di satu tempat. Jadi, selain membentuk satuan tugas, Pemprov Bali bersama Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung berencana menyiagakan armada pengangkut khusus di pantai.

“Dengan arahan Bapak Presiden tadi, kami akan segera kumpulkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Pendidikan, TNI, dan Polri. Setelah pulang, kita akan langsung bentuksatuan tugas,” ujarnya.

MEMBACA  AKBP Budi Memantau Proses Lipat Langsung Surat Suara Pilkada 2024 di Gudang KPU Rohul

Gubernur Bali mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo karena telah memberi perhatian pada masalah sampah di Pulau Dewata. Menurutnya, Rakornas 2026 adalah wadah kolaborasi dan konsolidasi yang baik untuk semua penyelenggara pemerintahan di Indonesia.

Untuk diketahui, Presiden Prabowo dalam taklimatnya menyampaikan bahwa informasi tentang kondisi Bali yang kotor dia dapatkan dari sejumlah tokoh, menteri, dan jenderal di Korea Selatan.

Tinggalkan komentar