Fokus Kepolisian Jakarta: Pencegahan dalam Gerakan Keselamatan Lalu Lintas 2026

Jakarta (ANTARA) – Keberhasilan operasi keselamatan lalu lintas "Keselamatan Jaya" 2026 Jakarta akan diukur dari kemampuannya mencegah kecelakaan dan menekan korban jiwa, bukan dari banyaknya tilang yang diterbitkan, kata kepolisian ibu kota pada Senin.

“Tolok ukurnya adalah sejauh mana kita, bersama masyarakat, dapat mencegah pelanggaran dan mengurangi korban kecelakaan,” ujar Direktor Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Komarudin, menjabarkan tujuan kampanye keselamatan tahunan tersebut.

Operasi ini memprioritaskan ruas jalan di mana pengendara kerap melawan arus, sebuah praktik yang menurut polisi masih jadi penyumbang utama kecelakaan di wilayah Jabodetabek.

Pelanggaran semacam ini umum ditemui di bundaran dan persimpangan, di mana sebagian pengemudi menyalahgunakan jalur kanan untuk melaju ke arah berlawanan dari arus lalu lintas, kata Komarudin.

Kampanye ini melibatkan koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk Polisi Militer TNI, serta menggabungkan edukasi publik, tindakan pencegahan, dan penegakan hukum untuk meningkatkan kedisiplinan berkendara.

Komarudin menyebutkan operasi 2026 mengalokasikan 40 persen usaha untuk tindakan pre-emptif seperti edukasi dan penyuluhan, 40 persen lagi untuk aksi preventif, dan sisanya 20 persen untuk penegakan hukum.

Polisi akan langsung memberikan tilang manual untuk pelanggaran yang terlihat jelas dan berisiko langsung bagi keselamatan publik, meninggalkan peringatan untuk perilaku yang dinilai berbahaya.

“Untuk pelanggaran yang jelas-jelas dapat membahayakan orang, kami tidak lagi akan memberi imbauan atau teguran bersimpati, tetapi akan langsung melakukan tindakan penegakan melalui tilang manual,” ucap Komarudin.

Pihak berwajib menekankan operasi ini bukan ditujukan untuk menghukum pengguna jalan secara serampangan, terlebih karena dilaksanakan jelang bulan suci Ramadhan, di mana volume lalu lintas biasanya meninggi.

“Operasi ini bukan tentang mencari kesalahan, tetapi tentang membangun budaya tertib dan aman berlalu lintas untuk kepentingan bersama,” kata Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono pada upacara peluncuran hari Senin.

MEMBACA  KTT Pertahanan Uni Eropa untuk 'membuka jalan bagi keputusan' dalam beberapa bulan mendatang

Berita terkait: Sistem ETLE Jakarta catat jutaan pelanggaran lalu lintas

Berita terkait: Polisi pertimbangkan gabungkan tilang elektronik dan manual

Penerjemah: Ilham, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar