Senin, 2 Februari 2026 – 08:04 WIB
Teheran, VIVA – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memberikan instruksi supaya Komisi Kebijakan Keamanan dan Luar Negeri Nasional di parlemen untuk menindaklanjuti pengusiran atase militer negara-negara Eropa dari Iran.
Hal ini disampaikan dalam sidang terbuka parlemen pada hari Ahad, sebagai tanggapan atas penetapan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris oleh Uni Eropa awal pekan ini.
Dalam sidang itu, anggota parlemen sekaligus ulama dari Teheran, Alireza Salimi, menyerukan agar atase militer yang ditempatkan di kedutaan besar negara Eropa di Teheran untuk diusir. Ia menyatakan bahwa atase militer Eropa adalah "teroris" karena angkatan bersenjata negara mereka masing-masing juga sudah ditetapkan sebagai entitas teroris.
Oleh karena itu, menurut Undang-Undang Aksi Strategis yang disahkan parlemen Iran, kata dia, atase militer negara-negara Eropa harus segera diusir dari Iran.
"Mereka semua sekarang adalah teroris, dan mengizinkan mereka tinggal di negara ini adalah pelanggaran terhadap hukum," ujar Salimi, sambil menyerukan Kementerian Luar Negeri Iran untuk menindaklanjuti hal ini.
Menanggapi pernyataan Salimi, Ghalibaf kemudian menginstruksikan Komisi Kebijakan Keamanan dan Luar Negeri di parlemen untuk mengambil langkah tindak lanjut dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Iran. (Ant)
—
Baca Juga:
- Alasan Iran Sulit ‘Diusik’ Negara Manapun, Termasuk AS
- Arab Saudi Khawatir Iran Semakin Kuat Jika Ancaman AS Tak Direalisasikan
- Pentagon dan Gedung Putih Rencanakan Serangan Militer ke Iran
—
Trump Rahasiakan Rencana Serbu Iran dari Sekutu Timur Tengah
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran saat ini sedang "berbicara dengan" Washington, sebuah sinyal adanya peluang kesepakatan untuk menghindari eskalasi militer.
VIVA.co.id | 2 Februari 2026