Setelah terkoreksi cukup dalam hingga 6,94%, IHSG pekan ini (2-5 Februari 2026) diprediksi punya peluang untuk pulih. Pergantian pimpinan di BEI dan OJK, ditambah data ekonomi yang akan dirilis, jadi faktor penting yang ditunggu pasar.
Analis dari Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, berpendapat pergantian pimpinan ini bisa bawa harapan baru untuk stabilitas pasar modal. Dia berharap kepemimpinan baru ini bisa ciptakan sinergi untuk tingkatkan pertumbuhan dan transparansi.
Fokus lain pekan ini adalah rilis data GDP Indonesia untuk tahun 2025. Jika angkanya lebih baik dari perkiraan pasar (5,1%-5,2%), IHSG berpotensi tidak cuma naik, tapi juga bentuk level psikologis yang baru.