loading…
Kehadiran SOBIZ Festive menandai babak baru perkembangan konsep properti komersial di Batam, dari sekadar ruang usaha, menjadi bagian dari ekosistem kota yang hidup sepanjang hari. Foto/Dok
BATAM – Tana Group memperkuat lagi posisinya sebagai pengembang visioner di Batam dengan meluncurkan fase kedua kawasan AURUM, yaitu SOBIZ Festive. Produk ini dperkenalkan sebagai generasi baru ruang komersial yang tidak hanya ruko biasa, tetapi menjadi bagian dari pusat komersial yang hidup 24 jam dan terintegrasi dengan gaya hidup modern.
SOBIZ Festive dirancang untuk menjawab perubahan perilaku pasar dan tren bisnis masa depan, di mana kawasan komersial dituntut tidak hanya sebagai tempat jual-beli, tetapi juga sebagai tempat rekreasi, interaksi sosial, dan aktivitas komunitas sepanjang hari.
Kawasan Hidup 24/7, Ekosistem Bisnis yang Berkelanjutan
Berada di dalam kawasan prestisius AURUM seluas 20 hektare di Bengkong, SOBIZ Festive menjadi bagian dari konsep besar “24/7 Urban Hub” – kawasan komersial yang tetap aktif dari pagi sampai malam. Konsep ini mendorong terciptanya lalu lintas alami, interaksi sosial, dan kesempatan bisnis yang berkelanjutan.
Baca Juga: Hadirkan Kawasan Komersial Terintegrasi di Batam, TANA Group Mulai Groundbreaking
Berbeda dari ruko biasa yang bergantung pada jam operasional terbatas, SOBIZ Festive didukung oleh ekosistem kawasan yang lengkap. Jadi, bisnis tidak berjalan sendiri, melainkan tumbuh bersama dengan daya tarik kawasan.
Untuk memastikan kualitas kawasan yang unggul dan bernilai jangka panjang, Tana Group bekerja sama dengan mitra internasional berpengalaman. Perencanaan lanskap kawasan AURUM ditangani oleh SIURA, konsultan landscape dari Singapura yang dikenal lewat proyek-proyek ikonik dan berkelanjutan di Asia Tenggara.
SIURA memiliki rekam jejak proyek yang memenangkan penghargaan internasional seperti Tebet Eco Park di Jakarta dan PIK 2 Greenbelt, dengan pendekatan desain yang menggabungkan estetika, fungsi ruang publik, dan ketahanan lingkungan berbasis solusi alami.
Sementara itu, elemen seni ikonik kawasan ini dikembangkan bersama Phoenix, konsultan iconic art dari Rusia yang berbasis di Bali. Mereka dikenal dengan karya seni instalasi berteknologi parametric dan menggunakan bahan daur ulang yang ramah lingkungan.