Respons Investor Asing Angkat Indeks Saham Jakarta, Menurut CEO Danantara

Jakarta (ANTARA) – CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan pada Minggu bahwa ia memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bangkit kembali dalam perdagangan hari Senin. Hal ini disebapkan oleh respons positif dari investor asing terhadap reformasi pasar modal yang sedang berjalan.

Roeslani mengungkapkan bahwa ia telah melakukan pembicaraan intensif dengan investor global dalam beberapa hari terakhir. Sebagian besar dari mereka menunjukan kepercayaan terhadap kebijakan yang ditempuh pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Jika reformasi itu diterapkan, mereka akan semakin percaya pada pasar kita. Tapi berdasarkan tindakan yang kami ambil beberapa hari terakhir, mereka juga telah merespons dengan sangat positif,” kata Roeslani kepada wartawan di gedung BEI.

“Jadi, InsyaAllah, saya yakin bahwa pada hari Senin dan hari-hari ke depan pasar modal kita akan pulih dan berkinerja baik,” tambahnya.

Dia menyebutkan salah satu masukan utama dari investor asing adalah permintaan untuk menurunkan ambang batas pengungkapan data kepemilikan investor di pasar modal dari saat ini 5 persen. Beberapa pasar lainnya menerapkan batas yang lebih rendah, sekitar 1 hingga 2 persen.

“Mereka menginginkan itu. Jika saat ini data investor harus diungkapkan hanya ketika kepemilikan melebihi 5 persen, mereka bilang seharusnya dikurangi, tidak terbatas pada ambang 5 persen. Karena di beberapa negara seperti India ambangnya 1 persen, sementara di lain tempat 2 atau 1 persen. Mereka ingin agar itu juga diturunkan,” jelas Roeslani.

Permintaan ini sejalan dengan evaluasi dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang telah mendorong BEI untuk memberikan pengungkapan data kepemilikan investor yang lebih mendalam, khususnya untuk pemegang saham yang memegang kurang dari 5 persen.

Saat ini, kewajiban pengungkapan hanya berlaku untuk pemegang saham di atas ambang batas tersebut, yang dinilai kurang transparan untuk menghitung free float publik secara akurat.

MEMBACA  Tanggap Darurat Dideklarasikan di Tangerang Selatan, Banten, Imbas Krisis Sampah yang Kian Parah

Investor asing juga menyambut baik kebijakan untuk menaikkan persyaratan minimum free float bagi perusahaan tercatat menjadi 15 persen dari sebelumnya 7,5 persen, ujar Roeslani.

Menurut pimpinan Danantara ini, kombinasi dari langkah-langkah struktural ini memberikan sinyal kuat bahwa otoritas serius dalam meningkatkan tata kelola pasar modal. Hal tersebut diharapkan dapat membantu memulihkan sentimen investor.

Berita terkait: OJK Indonesia ungkap 8 reformasi besar untuk pacu pasar modal

Berita terkait: Prabowo desak OJK dan BEI jaga stabilitas pasar modal

Berita terkait: Menteri Keuangan konfirmasi direktur bisnis BEI ditunjuk sebagai Plt. CEO

Penerjemah: Bayu Saputra, Kuntum Khaira
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar