Alokasi Dana Rp596 Juta untuk Madrasah Terdampak Bencana Cisarua

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Agama telah memberikan bantuan sebesar Rp596 juta (sekitar US$35.500) untuk mendukung pemulihan madrasah, guru, dan siswa yang terdampak longsor dan banjir di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan dalam keterangan di Jakarta pada Minggu bahwa madrasah memainkan peran strategis tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pelayanan masyarakat dan respons kemanusiaan.

Dia menekankan bahwa memulihkan madrasah dan menjaga kesejahteraan guru harus menjadi prioritas bersama agar aktivitas belajar mengajar bisa kembali normal.

“Madrasah telah berkontribusi besar. Bahkan dalam keadaan darurat, mereka tetap menjadi bagian vital dari upaya kemanusiaan. Oleh karena itu, negara harus memastikan madrasah dan gurunya dapat pulih,” ujar menteri.

Bantuan tersebut mencakup dana rehabilitasi Rp300 juta untuk memperbaiki rumah guru madrasah yang rusak parah.

Selain itu, kementerian mengalokasikan bantuan sewa Rp126 juta untuk 21 guru madrasah terdampak guna memastikan akses hunian sementara yang layak selama masa pemulihan.

Kementerian juga memberikan santunan Rp160 juta kepada keluarga 10 siswa madrasah yang meninggal dalam bencana, disertai bantuan pemakaman Rp10 juta.

Umar mengatakan bahwa memberikan pemakaman yang layak dan bermartabat adalah bagian penting untuk menghormati korban dan memenuhi tanggung jawab kemanusiaan.

Dia menambahkan bahwa bantuan ini merupakan respons awal, dan menyebutkan bahwa aparat pusat dan daerah telah diperintahkan untuk melanjutkan dukungan, termasuk penilaian lebih lanjut mengenai kebutuhan madrasah dan keluarga terdampak.

Berita terkait: Tim SAR fokuskan pencarian di sektor A untuk korban Cisarua

Berita terkait: Korban jiwa bertambah seiring tim SAR temukan lebih banyak korban longsor di Cisarua

Berita terkait: Basarnas vaksinasi tim SAR selama pencarian korban longsor Jawa Barat

MEMBACA  Vietnam Melesat: Pertumbuhan Ekonomi Capai 8% pada 2025, Tangguh Hadapi Tarif Trump

Penerjemah: Asep Firmansyah, Raka Adji
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar