Penambahan 396 Tenaga Kesehatan Dikirim untuk Pemulihan Aceh

Banda Aceh, Aceh (ANTARA) – Kementerian Kesehatan RI bersama Dinas Kesehatan Aceh telah mengirimkan 396 tenaga kesehatan tambahan ke daerah-daerah yang terdampak banjir dan tanah longsor baru-baru ini di Aceh.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, menyatakan pada Minggu bahwa tim-tim ini akan bertugas selama 14 hari di delapan kabupaten dan kota yang terkena dampak.

Dia menjelaskan, sejak masa tanggap darurat, lebih dari 1.200 tenaga kesehatan dari Kemenkes dan Dinkes Aceh telah dikerahkan di seluruh provinsi.

Dalam sambutannya di upacara pelepasan, dia mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak selama fase tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.

Dalam sambutan yang dibacakan Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Khusus, Syakir, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan apresiasi atas dedikasi para tenaga kesehatan.

Dia mencatat bahwa pada hari ke-67 pascabencana ini, Aceh kini berada dalam fase pemulihan yang menuntut ketekunan dan konsistensi.

Pada fase ini, tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat kompleks, mulai dari risiko penyakit hingga pemulihan fisik dan mental warga terdampak.

“Di fase pemulihan, kehadiran tenaga kesehatan sangat penting untuk memastikan proses pemulihan tetap berkelanjutan, efektif, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung para tenaga kesehatan dan memastikan koordinasi yang efektif di lapangan.

Aceh termasuk dari tiga provinsi di Sumatra—bersama Sumatera Utara dan Sumatera Barat—yang terkena banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025.

Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 1 Februari 2026, bencana ini telah merenggut 1.204 jiwa, dengan 562 korban meninggal tercatat di Aceh saja.

Berita terkait: Menteri Kesehatan targetkan pemulihan total di zona banjir Sumatra pada Maret

MEMBACA  Indonesia Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumatera Barat

Berita terkait: Kemenkes kirim 119 relawan darurat ke Aceh Tamiang

Penerjemah: Rahmat Fajri, Raka Adji
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar