Indonesia Raih Status WLA WHO, Negara Berkembang Pertama

Jakarta (ANTARA) – Republik Indonesia, lewat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), telah menjadi negara berkembang pertama yang masuk dalam Otoritas Terdaftar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk fungsi regulasi vaksin.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan di Jakarta pada Minggu bahwa status ini diberikan pada Desember 2025, menempatkan BPOM dalam posisi strategis di ekosistem vaksin global.

Pencapaian ini mengkonfirmasi kekuatan dari sistem regulasi vaksin nasional Indonesia.

“Pengakuan global melalui penetapan BPOM sebagai WLA tidak dicapai dalam semalam,” kata Ikrar. “Penguatan sistem regulasi telah dibangun melalui kebijakan yang konsisten, peningkatan sumber daya manusia, tata kelola transparan, dan komitmen berkelanjutan untuk perbaikan terus-menerus.”

Ikrar menekankan bahwa prinsip-prinsip panduan BPOM — reaching high, staying grounded, and being deeply rooted — menjadi fondasi untuk menyeimbangkan standar global dengan perlindungan publik yang nyata.

Status WLA menandakan kepercayaan global bahwa sistem regulasi Indonesia kuat, transparan, dan setara dengan standar internasional.

Namun, Ikrar menekankan bahwa pengakuan ini hanya bermakna jika memberikan dampak langsung pada kesehatan masyarakat, khususnya dalam memastikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan vaksin.

“Saya perlu menegaskan bahwa WLA bukan titik akhir, melainkan titik awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” ujarnya.

Direktur Negara Bank Pembangunan Asia (ADB) Bobur Alimov menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini, mencatat bahwa status WLA secara signifikan memperkuat kredibilitas regulasi Indonesia di tingkat global.

Melalui pencapaian ini, BPOM menegaskan kembali komitmennya untuk menjadi otoritas yang kredibel, adaptif, dan berpengaruh di tingkat nasional, regional, dan internasional.

Berita terkait: Indonesia majukan uji coba fase-3 untuk vaksin dengue yang menjanjikan

Berita terkait: BPOM tekankan produksi dan regulasi untuk kembangkan ekosistem vaksin

MEMBACA  Mendagri Pimpin Rapat Antisipasi Bencana Menjelang Nataru, Soroti Tragedi Itaewon

Penerjemah: Lintang Budiyanti, Kuntum Khaira Riswan
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar