Ada Pemulihan ke Level US$6.400?

Minggu, 1 Februari 2026 – 15:30 WIB

Jakarta, VIVA – Harga emas dunia turun cukup banyak didorong oleh menguatnya nilai dolar Amerika Serikat. Ini terjadi di tengah rencana pengangkatan Kevin Warsh sebagai calon baru Ketua Federal Reserve (The Fed). Walaupun begitu, para analis berpendapat peluang pemulihan harga emas masih ada dan bisa mencapai level US$6.400.

Baca Juga :
Kripto Berdarah, Bitcoin Terjun Bebas ke Bawah US$78.000

Harga emas spot tercatat turun 7,5 persen ke posisi US$4.992,05 per ons pada Jumat, 30 Januari 2026. Penurunan masih berlanjut hingga akhir pekan, dimana logam mulia ini terkikis 8,15 persen jadi US$4.893,2 per ons pada Minggu, 1 Februari 2026, menurut data Gold Price.

Koreksi tajam ini datang setelah emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level US$5.594,82 per ons. Secara bulanan, harga emas masih naik lebih dari 15 persen dan berpotensi jadi kenaikan bulanan terbesar sejak 1999.

Baca Juga :
Harga Emas Dunia Ambruk Lebih dari 8 Persen, Balik ke Level US$4.800

Analis UBS, Giovanni Staunovo, menilai penurunan ini sebagai fase yang wajar setelah kenaikan kuat beberapa pekan terakhir. Menurutnya, fase konsolidasi seperti ini biasa terjadi setelah reli signifikan.

"Saya tetap yakin ada banyak faktor yang mendukung harga emas," kata Staunovo.

Baca Juga :
Bitcoin Ambruk ke Level Terendah, Analis Prediksi Terkoreksi Lebih Dalam Menuju US$70.000

Permintaan fisik emas masih menunjukkan sinyal positif. Premi emas di India melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari sepuluh tahun, didorong permintaan investasi yang kuat. Sementara di Tiongkok, premi emas juga naik seiring memulihnya permintaan.

Sejalan dengan Staunovo, analis independen Ross Norman juga optimis untuk prospek jangka menengah dan panjang. Namun, dia melihat harga emas masih mungkin turun lagi dalam jangka pendek.

MEMBACA  Patrick Kluivert Memuji Rizky Ridho, Ada Kata Fantastis

"Harga emas masih bisa turun lebih rendah dari sekarang. Tapi, kami perkirakan akan ada pemulihan dengan harga rata-rata US$5.375 di tahun 2026, dan berpotensi capai puncak US$6.400 pada kuartal keempat," ungkap Norman.

Halaman Selanjutnya

Sebagai informasi, Trump mengusung Kevin Warsh sebagai kandidat terkuat untuk pimpinan baru bank sentral AS. Warsh dikenal mendukung pengurangan neraca The Fed, yang bertolak belakang dengan kecenderungan Trump terhadap kebijakan moneter yang longgar.

Tinggalkan komentar