Minggu, 1 Februari 2026 – 04:10 WIB
Jakarta, VIVA – CEO Danantara, Rosan Roeslani, memberikan tanggapan pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengenai rencana perombakan direksi Bank Himbara.
Rosan menampik kabar tentang rencana tersebut. Dia menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada rencana untuk mengganti direksi dan komisaris Bank Himbara.
“Kami di Danantara, sebagai pemegang saham di seluruh Bank Himbara, sejauh ini tidak ada pembicaraan tentang hal itu,” ujar Rosan kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Sabtu, 31 Januari 2026.
Rosan menjelaskan bahwa Danantara akan menangani sendiri jika memang diperlukan perbaikan di jajaran direksi Bank Himbara. Dia kembali menekankan bahwa belum ada diskusi untuk merombak struktur direksi hingga komisaris bank BUMN itu.
“Tentunya kami akan selalu berkonsultasi kalau memang perlu ada perbaikan. Tetapi intinya sejauh ini tidak ada pembicaraan mengenai hal itu,” ungkapnya.
“Sampai saat ini belum ada pembicaraan tentang itu,” tegas dia.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto akan merombak jajaran direksi Bank Himbara yang dinilai merugikan negara.
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin
Perombakan harus dilakukan agar bank milik negara bisa bekerja lebih efektif untuk memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.
Hal itu disampaikan Sjafrie saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang mengikuti retret di fasilitas Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM di Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 31 Januari 2026.
“Bank Himbara itu lebih menguntungkan pengusaha besar daripada pengusaha kecil untuk diberi kredit. Oleh karena itu, Presiden akan memutuskan ganti semua direksi Bank Himbara,” kata Sjafrie.
Menurut Sjafrie, selama ini banyak bank negara maupun BUMN lain yang dinilai kurang memberikan keuntungan bagi negara.
Hal itu bisa terjadi karena banyak jajaran direksi perusahaan yang tidak bekerja maksimal, bahkan cenderung menguntungkan diri sendiri.
Maka dari itu, pemerintah akan memilih para direksi bank negara dan BUMN lainnya melalui seleksi ketat, dengan mempertimbangkan kemampuan intelektual dan pengalaman.
“Kita ganti dengan mereka yang mempunyai kemampuan intelektual, kemampuan praktisi tapi dia cinta tanah air,” ucapnya.