Sejumlah pengguna TikTok di Amerika Serikat melaporkan gangguan ‘nol tayangan’, pembatasan, bahkan pemblokiran akun yang mereka klaim terkait konten mengenai Palestina, kritik terhadap Donald Trump dan ICE, hingga penyebutan nama Jeffrey Epstein dalam pesan pribadi.
Yang patut dicatat, insiden ini terjadi beberapa hari setelah platform media sosial tersebut menyepakati perjanjian untuk memisahkan operasional AS dari bisnis globalnya. Di Amerika, aplikasi ini kini dimiliki oleh TikTok USDS Joint Ventures LLC – sebuah perusahaan mayoritas swasta yang dibentuk untuk mengawasi TikTok di negara tersebut. Segera setelah peralihan kepemilikan, TikTok mengalami gangguang, dan banyak pengguna AS melaporkan kesulitan masuk ke platform. Setelah berhasil masuk, pengguna diminta menyetujui Syarat Layanan baru, yang menimbulkan kekhawatiran privasi di antara sebagian pengguna.