Sabtu, 31 Januari 2026 – 05:30 WIB
Jakarta, VIVA – Detik-detik awal penanganan medis terhadap selebgram Lula Lahfah, akhirnya diungkap ke publik. Dokter layanan home care yang pertama kali memeriksa kondisi Lula di apartemennya mengungkap kronologi saat dirinya memastikan korban telah meninggal.
Baca Juga :
5 Fakta Meninggalnya Lula Lahfah Diungkap Polisi! Ada Tabung Whip Pink hingga Bercak Darah
Dokter Rizki Nirwandhi Putra menjadi tenaga medis pertama yang tiba di unit Apartemen Essence, kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat, 23 Januari 2026. Ia datang setelah menerima permintaan pemeriksaan medis dari teman korban.
Rizki mengaku dihubungi sekitar jam 18.50 WIB dan langsung menuju lokasi. Ia tiba kurang lebih 20 menit kemudian dan masuk ke apartemen bareng teman serta pasangan Lula Lahfah.
Baca Juga :
Terungkap! Ini Alasan Polisi Tak Bisa Simpulkan Penyebab Kematian Lula Lahfah
“Saya hadir kurang lebih dalam 20 menit saya telah tiba dan bertepatan juga saya tiba bersamaan dengan rekan dan pasangan almarhum dan kami naik bersama-sama, seperti yang nampak di CCTV tadi,” ujarnya kepada wartawan, dikutip Sabtu, 31 Januari 2026.
Baca Juga :
DNA Lula Lahfah Ditemukan di Tabung Whip Pink Kosong Berisi Gas Tertawa
Saat pemeriksaan dilakukan, kondisi Lula sudah tidak sadarkan diri. Rizki kemudian menjalankan prosedur medis standar untuk memastikan tanda-tanda vital korban, mulai dari denyut nadi, detak jantung, pernapasan, tekanan darah, suhu tubuh, hingga pemeriksaan fisik lainnya.
Dari seluruh rangkaian pemeriksaan tersebut, Rizki tidak menemukan tanda kehidupan pada tubuh Lula Lahfah. Ia pun menyimpulkan korban telah meninggal dunia.
“Saya menyimpulkan bahwa almarhum LL telah tiada pada sekitar 19.20 WIB menurut jam yang saya kuasai, jam tangan saya,” katanya.
Setelah memastikan kematian korban, Rizki langsung menyusun dokumentasi medis awal berupa surat keterangan kematian. Dokumen tersebut dibuat sebagai bagian dari prosedur layanan medis dan kebutuhan administratif awal pihak keluarga.
“Jika pasien sehat, mungkin resume medis, kalau pasien yang telah tiada, kita sampaikan dalam surat keterangan kematian. Setelah itu saya kirimkan ke salah satu perwakilan di pihak yang memesan jasa saya, salah satu rekan beliau, kemudian saya kirimkan filenya tersebut dalam bentuk PDF untuk sementara, seandainya diperlukan guna pengurusan pemakaman oleh pihak keluarga,” katanya.
Surat keterangan kematian itu diterbitkan atas nama Mardhiyah Medical Clinic, tempat izin praktik Rizki terdaftar. Ia menegaskan, meski lokasi pasien berada di Jakarta Selatan, secara administratif ia hanya dapat menerbitkan dokumen medis berdasarkan izin praktik yang dimilikinya.
Halaman Selanjutnya
Setelah seluruh pemeriksaan dan pendokumentasian medis selesai, Rizki meninggalkan lokasi kejadian. Penanganan berikutnya sepenuhnya berada di bawah kewenangan kepolisian, termasuk proses identifikasi, visum, hingga rencana autopsi di Rumah Sakit (RS) Fatmawati.