loading…
CropLife Indonesia menegaskan komitmennya mendukung agenda pertanian berkelanjutan nasional. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA – CropLife Indonesia mempertegas komitmennya untuk mendukung agenda pertanian berkelanjutan nasional. Caranya adalah dengan mengenalkan Sustainable Pesticide Management Framework (SPMF), yaitu sebuah kerangka kerja untuk pengelolaan pestisida yang berkelanjutan di Indonesia. Inisiatif ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan utama, termasuk pemerintah, untuk memperkuat sistem pertanian supaya lebih aman, produktif, dan bersaing.
“Inisiatif ini selaras dengan komitmen Pemerintah Indonesia dalam memajukan pertanian berkelanjutan. Tujuannya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujar Chairman CropLife Indonesia, Kukuh Ambar Waluyo, dalam pernyataannya pada Jumat (30/1/2026).
Baca Juga: Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
CropLife Indonesia, yang merupakan asosiasi nirlaba dan berafiliasi dengan CropLife International serta CropLife Asia, memperkenalkan SPMF sebagai kerangka kerja kolaboratif. Kerangka ini ditujukan bagi para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan. Tujuannya adalah untuk memperkuat kapasitas nasional dalam merancang kebijakan pengelolaan produk perlindungan tanaman. Kebijakan ini harus bisa melindungi kesehatan manusia dan lingkungan, dan juga mengoptimalkan produktivitas pertanian.
Menurut Kukuh, sektor pertanian Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang kompleks. Mulai dari perubahan iklim, dinamika geopolitik global, hingga keterbatasan sumber daya manusia. Dalam situasi seperti ini, SPMF diharapkan dapat menjadi solusi yang sistematis. Solusi ini untuk memastikan bahwa sarana produksi pertanian, seperti bibit, pupuk, dan produk perlindungan tanaman, bisa dikelola dengan cara yang aman dan bertanggung jawab.