Ketua Dewan OJK Mengundurkan Diri Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Moral untuk Mendukung Pemulihan

Jakarta (ANTARA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan pengunduran diri pejabatnya, yaitu Mahendra Siregar sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif Keuangan, dan Bursa Karbon (KE PMDK).

Selain itu, I.B. Aditya Jayaantara sebagai Wakil Komisioner Pengawasan Penerbit, Transaksi Efek, Audit Khusus, Derivatif Keuangan, dan Bursa Karbon (DKTK) OJK juga telah mengajukan berhenti.

Mahendra Siregar dalam pernyataannya pada Jumat menyebutkan bahwa pengunduran diri ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung langkah-langkah pemulihan yang diperlukan.

Pengunduran diri ini telah disampaikan secara resmi sesuai ketentuan perundang-undangan dan akan diproses lebih lanjut menurut mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagaimana diperkuat oleh UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Dalam hal ini, tugas dan tanggung jawab ketiga pejabat tersebut akan sementara dijalankan sesuai dengan hukum dan tata kelola yang berlaku untuk memastikan kelanjutan kebijakan, pengawasan, dan pelayanan kepada masyarakat dan pelaku industri jasa keuangan.

Pada kesempatan ini, OJK menyampaikan komitmennya untuk menjaga kepercayaan publik dan pelaku industri jasa keuangan dengan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas dalam semua proses kelembagaan.

Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, juga mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat ini.

Menurut Rachman, pengunduran dirinya merupakan wujud tanggung jawab atas kondisi pasar modal Indonesia yang baru-baru ini terjadi.

“Meski kondisi kami sudah membaik pagi ini, saya ingin menyampaikan bahwa sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), dan sebagai bentuk tanggung jawab saya atas apa yang terjadi dua hari terakhir, dengan ini saya nyatakan mengundurkan diri,” ujarnya.

MEMBACA  NordPass Merayakan Prime Day dengan Diskon Menakjubkan 50% untuk Manajer Kata Sandi

Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan harapannya agar pasar modal Indonesia tetap berada pada trajektori yang positif.

“Saya berharap yang terbaik untuk pasar modal kita. Dengan pengunduran diri saya, saya harap hal ini dapat memperbaiki pasar modal kita,” katanya.

Pada Kamis (29 Januari), BEI menghentikan sementara perdagangan pada pukul 09.26 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), menyusul penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 8 persen.

Pada sesi perdagangan pertama itu, IHSG anjlok 665,89 poin, atau 8,00 persen, ke level 7.654,66. Perdagangan dilanjutkan kembali pada pukul 09.56 waktu JATS tanpa perubahan jadwal perdagangan.

Berita terkait: Dirut BEI mundur di tengah gejolak pasar terkini

Berita terkait: Pengunduran diri Dirut BEI kirim sinyal positif: Menkeu

Berita terkait: Danantara dorong BUMNa tingkatkan IPO di pasar Indonesia

Penerjemah: Muhammad Heriyanto, Resinta Sulistiyandari
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

https://ojs.stanford.edu/ojs/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=https%3A%2F%2Fojs.stanford.edu%2Fojs%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=8rk15wr

Tinggalkan komentar