ASEAN Targetkan Penyelesaian Kode Etik Laut China Selatan pada 2026

Jakarta (ANTARA) – Menteri-Menteri Luar Negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah menegaskan kembali komitmen mereka untuk menyelesaikan perundingan mengenai Kode Etik (CoC) di Laut Tiongkok Selatan paling lambat tahun 2026.

“Kami akan berupaya menyelesaikan perundingan untuk CoC yang efektif dan substansial sesuai dengan hukum internasional, khususnya UNCLOS 1982, dalam tahun 2026,” demikian pernyataan dari *ASEAN Foreign Ministers’ Retreat* (AMM Retreat) 2026 pada Jumat.

Pernyataan itu menekankan pentingnya pelaksanaan penuh dan efektif dari Deklarasi tentang Tingkah Laku Para Pihak di Laut Tiongkok Selatan (DOC) 2002 secara keseluruhan. Juga dicatat bahwa ASEAN menyambut baik kemajuan yang dicapai dalam perundingan CoC yang berlangsung.

Para menteri menekankan perlunya menjaga lingkungan yang kondusif untuk pembicaraan ini dan menyambut langkah-langkah praktis untuk mengurangi ketegangan serta risiko kecelakaan, kesalahpahaman, atau perhitungan yang keliru.

Selanjutnya, pernyataan tersebut menyoroti pentingnya langkah-langkah membangun kepercayaan dan pencegahan, menegaskan kembali komitmen kolektif untuk menjunjung tinggi hukum internasional, khususnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982.

Para menteri mengakui manfaat Laut Tiongkok Selatan sebagai kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera, dengan menekankan pentingnya kebebasan bernavigasi dan penerbangan di atasnya.

Hal ini mengikuti “komitmen politik” tahun 2025 antara ASEAN dan Tiongkok untuk merampungkan kode etik tersebut, dengan Filipina mencatat bahwa semua pihak sepakat mengenai batas waktu 2026.

CoC dimaksudkan untuk menjadi pedoman perilaku di perairan yang disengketakan tersebut. Sengketa maritim ini melibatkan Tiongkok, Taiwan, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussalam, terutama terkait klaim teritorial di Kepulauan Spratly dan Paracel.

Sementara itu, Indonesia secara konsisten memposisikan diri sebagai negara bukan pengklaim sejak 1990.

MEMBACA  Kapal pendaratan Rusia Caesar Kunikov terkena serangan di Laut Hitam, tenggelam - sumber intelijen

Berita terkait: Pangkalan Angkatan Laut Natuna siap jaga perbatasan dekat Laut Tiongkok Selatan

Berita terkait: Isu geopolitik tantangan terbesar ASEAN, kata ahli

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar