Anak-Anak Keracunan Obat GLP-1, Bahaya Dapat Mengintai Secara Mendadak

Meningkatnya popularitas obat-obatan GLP-1 seperti Ozempic dan Zepbound membawa konsekuensi yang mengkhawatirkan. Salah satunya adalah meningkatnya kasus overdosis, termasuk di kalangan anak-anak.

Minggu ini, media berita Indiana WTHR melaporkan kasus memilukan Jessa Milender, seorang gadis berusia 7 tahun yang mengalami nyeri hebat dan muntah terus-menerus setelah menyuntikkan obat GLP-1 milik ibunya. Gadis itu akhirnya pulih, meski harus menjalani rawat inap berulang kali. Laporan serupa tentang keracunan terkait GLP-1 telah melonjak drastis di negara bagian tersebut dan secara nasional belakangan ini.

“Dia tidak bisa berjalan karena kelelahan dan nyeri yang parah,” ujar Melissa Milender, ibu Jessa, kepada WTHR. “Dia bahkan tidak mengizinkan siapa pun menyentuh perutnya. Dia menjerit kesakitan dalam tidurnya. Sungguh mengerikan.”

Sebuah Kesalahan Tragis

Obat-obatan GLP-1 seperti semaglutide (Ozempic dan Wegovy) dan tirzepatide (Zepbound dan Mounjaro) telah merevolusi pengobatan obesitas, memungkinkan penurunan berat badan yang lebih signifikan dibandingkan hanya dengan diet dan olahraga. Namun, layaknya obat apapun, GLP-1 memiliki efek samping, yang umumnya bersifat gastrointestinal. Efek samping ini bisa memburuk jika dosis yang dikonsumsi melebihi anjuran atau jika dikonsumsi oleh orang yang tidak seharusnya. Bahkan terdapat kasus dimana orang jatuh sakit karena mengkonsumsi obat palsu yang mengandung zat lain.

Berdasarkan catatan medis yang dilihat WTHR, Jessa menyuntikkan Mounjaro milik ibunya ke perutnya sekitar 16 Desember 2024. Melissa segera menyadari kejadian itu dan menghubungi pusat kendali racun setempat. Pusat kendali racun memberi tahu bahwa Jessa kemungkinan akan mengalami gejala seperti muntah dan nyeri perut. Namun, peringatan itu hampir tidak mempersiapkan keluarga untuk apa yang terjadi selanjutnya.

Jessa mulai muntah parah beberapa jam setelah suntikan, sampai-sampai dia tidak bisa menahan segelas air pun. Ia dirawat di pusat medis lokal pada 18 Desember, dimana dia diberi obat dan infus. Dia pulang keesokan harinya dan tampak baik-baik saja malam itu. Namun tak lama kemudian, muntah-muntah kembali terjadi—10 hingga 15 kali sehari, menurut laporan orang tuanya. Ia dirawat kembali di rumah sakit, dan menurut catatan medis, dokter khawatir ginjalnya berisiko mengalami kegagalan fungsi. Syukurlah, meski harus dua hari lagi di rumah sakit, gejala Jessa akhirnya mereda dan dia diperbolehkan pulang pada 23 Desember.

MEMBACA  Samsung Berbagi TV 65 Inci Secara Gratis Saat Ini - Begini Cara Mendapatkannya

Lebih dari setahun kemudian, keluarga menyatakan Jessa telah sepenuhnya pulih dari pengalaman buruknya.

Sebuah Tren yang Meningkat

Kasus parah seperti yang dialami Jessa memang langka, namun laporan overdosis GLP-1 secara umum meningkat.

Indiana Poison Center menyampaikan kepada WTHR bahwa panggilan ke pusat kendali racun terkait GLP-1 meningkat dua kali lipat tahun lalu, dari 153 panggilan pada 2024 menjadi 320 panggilan pada 2025. Organisasi nasional, America’s Poison Centers, juga melaporkan lonjakan dramatis, dengan peningkatan hampir 1500% dalam panggilan terkait obat injeksi penurun berat badan sejak 2019. Antara 2019 dan 2025, terdapat sekitar 23.000 panggilan semacam itu ke pusat kendali racun di seluruh negeri.

Sebagian besar laporan ini menyangkut orang yang tidak sengaja overdosis terhadap obat resep mereka sendiri, namun beberapa melibatkan anak-anak yang mengkonsumsi obat yang bukan untuk mereka. Dan dengan terapi GLP-1 yang diprediksi akan semakin mudah diakses, lebih murah, dan bahkan lebih mudah dikonsumsi seiring waktu, bahaya keracunan dan overdosis kemungkinan akan ikut meningkat.

Para ahli merekomendasikan agar masyarakat membaca instruksi dosis dengan saksama, membeli obat dari sumber terpercaya, dan menyimpan persediaan obat mereka dengan aman dari jangkauan anak-anak yang mungkin penasaran untuk mencobanya.

Tips terakhir adalah pelajaran yang dipetik langsung oleh Melissa Milender. Kini ia menyimpan obat GLP-1-nya dalam kotak terkunci.

Tinggalkan komentar