Bantul, Yogyakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus pada Jumat meninjau pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining tuberkulosis (TB) berbasis masyarakat bagi karyawan di sebuah pabrik rokok di Bantul, Yogyakarta.
Octavianus menyebutkan Presiden Prabowo memiliki delapan program unggulan quick-win di samping inisiatif rutin. Dari jumlah itu, dua berada di sektor kesehatan: program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk masyarakat.
“Ini merupakan upaya CKG dan pemberantasan TB yang kami laksanakan disini hari ini. Mengapa CKG dilakukan? Karena hipertensi dan diabetes sering kali tidak bergejala, namun jika dibiarkan tidak terkendali selama tiga sampai lima tahun, dapat merusak pembuluh darah,” ujarnya.
Paket CKG yang dilaksanakan di pabrik rokok tersebut mencakup pengukuran berat badan, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, skrining TB, serta konsultasi medis. Booth dahak juga disediakan bagi kasus terduga TB.
“Tujuannya untuk mencegah kasus strok dan cuci darah. Kita harus pastikan usia produktif tidak terkena serangan jantung, sebab jika sakit, mereka tidak bisa bekerja atau menafkahi keluarga,” kata Octavianus.
Melalui CKG dan skrining TB untuk sekitar 1.300 karyawan pabrik itu, ia berharap mereka yang ditemukan memiliki tekanan darah tinggi dapat menjalani pemeriksaan medis lanjutan oleh dokter perusahaan.
“Target kami adalah agar para pekerja Indonesia tetap produktif,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Yogyakarta Gregorius Anung Trihadi menyatakan pihaknya telah memperluas jangkauan program CKG dan pemberantasan TB ke lebih banyak komunitas.
“Tidak hanya dilakukan di puskesmas dan sekolah, tetapi telah diperluas lebih luas ke komunitas-komunitas,” jelasnya.
Berita terkait: Program skrining kesehatan fokus pada perawatan lanjutan di 2026: kementerian
Berita terkait: Prabowo promosikan Cek Kesehatan Gratis sebagai kebijakan hemat anggaran di WEF
Penerjemah: Hery, Kenzu
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026