Desain Chip dan Talenta: Kunci Menuju Kemandirian Semikonduktor, Menurut Menteri

Bontang, Kalimantan Timur (ANTARA) – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa pengembangan desain chip merupakan pondasi untuk mencapai kemandirian nasional di industri semikonduktor.

Dalam pernyataan yang diterima di sini pada Jumat, ia mengatakan pemerintah sedang memperkuat ekosistem semikonduktor terpadu di tengah peningkatan permintaan komponen strategis di berbagai sektor prioritas, termasuk elektronik, otomotif, telekomunikasi, energi, dan transformasi digital.

"Pengembangan semikonduktor nasional tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi harus ditempuh melalui pendekatan bertahap dan realistis dengan menempatkan talenta dan desain chip pada tahap awal," ujarnya.

Di sektor elektronik, produksi telepon genggam nasional berkisar 30 hingga 60 juta unit per tahun, sementara permintaan laptop ditargetkan mencapai 1,57 juta unit pada tahun 2026.

Di sektor otomotif, produksi kendaraan bermotor Indonesia pada 2025 tercatat sebanyak 803.867 unit, termasuk kendaraan listrik dan hibrida, yang mengandung komponen semikonduktor hingga tiga kali lipat lebih banyak dibanding kendaraan konvensional.

Menteri menerangkan bahwa Indonesia memiliki beberapa pondasi dalam ekosistem semikonduktor, termasuk fasilitas perakitan dan pengujian yang terintegrasi ke dalam Rantai Nilai Global (Global Value Chain/GVC) serta perusahaan desain sirkuit terpadu.

Negara ini juga memiliki basis industri hilir seperti layanan manufaktur elektronik (EMS), produsen peralatan asli (OEM), dan industri otomotif nasional.

Namun, ketergantungan tinggi pada impor semikonduktor masih menjadi tantangan bagi ketahanan industri.

"Ketergantungan tinggi pada impor semikonduktor merupakan sinyal bagi ketahanan industri nasional. Kondisi ini harus diatasi dengan memperkuat ekosistem domestik dalam desain chip dan pengembangan kekayaan intelektual," jelasnya.

Kementerian telah menyusun peta jalan pengembangan industri semikonduktor dengan visi menempatkan Indonesia sebagai pemain aktif dalam rantai pasok global.

MEMBACA  Saham Nvidia Jeda Meskipun Debut Blackwell. Apa yang Dibutuhkan Raja Chip AI Sekarang.

Peta jalan tersebut mencakup penguatan empat pilar utama, yaitu material, desain, fabrikasi (front end), dan perakitan-pengujian-packaging (back end), yang didukung oleh sumber daya manusia, riset dan inovasi, infrastruktur, serta kebijakan yang mendukung.

Berita terkait: Prabowo menggelar rapat kabinet untuk dorong produksi tekstil dan chip

Berita terkait: Indonesia didorong bergabung rantai pasok chip global untuk wujudkan ambisi AI

Berita terkait: Kementerian memproduksi serpihan kayu untuk dukung adopsi energi terbarukan

Penerjemah: Ahmad, Kenzu
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar