Operasi Bandara Nabire Indonesia Normal Pasca Insiden Smart Air

Nabire, Papua Tengah (ANTARA) – Operasi penerbangan di Bandara Douw Aturure, Nabire, Papua Tengah, telah kembali normal pasca insiden pesawat Smart Air pada rute Nabire–Kaimana yang melakukan pendaratan darurat di tepi pantai dekat bandara tersebut pada Selasa (27 Januari).

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Douw Aturure Nabire, Benyamin Noach Apituley, menyatakan insiden ini tidak berdampak pada fasilitas bandara dan tidak mengganggu jadwal penerbangan dari dan ke Nabire.

"Tidak ada perubahan penerbangan dari Nabire karena tidak ada gangguan pada fasilitas bandara. Operasi bandara berjalan seperti biasa," ujarnya yang dikonfirmasi pada Kamis.

Ia menjelaskan bahwa Smart Air telah menyiapkan pesawat pengganti untuk rute Nabire–Kaimana, sehingga penerbangan tetap beroperasi dua kali seminggu, yaitu hari Selasa dan Sabtu.

Benyamin menambahkan, bandara ini menangani rata-rata sekitar 50 pergerakan pesawat setiap harinya, termasuk kedatangan dan keberangkatan. Saat ini, ada delapan maskapai yang beroperasi di Bandara Nabire: Sriwijaya Air, Wings Air, Tariku Air, Smart Air, Revan Air, Ama Air, Mission Aviation Fellowship (MAF), dan Dabi Air.

Terkait insiden pendaratan darurat Smart Air, Benyamin mengatakan penanganannya dilakukan sesuai prosedur operasi standar (SOP) yang berlaku.

"Semua SOP dijalankan. Karena kejadiannya di ujung landasan, semua penanganan dilakukan oleh petugas bandara sesuai dokumen SOP bandara," jelasnya.

Bandara juga menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), yang akan ditindaklanjuti oleh pihak terkait, termasuk Smart Air dan maskapai lain, untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Selain itu, bandara rutin memperbarui informasi cuaca melalui koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai upaya menjaga keselamatan penerbangan.

Sebelumnya, pesawat Smart Air milik PT Smart Cakrawala Aviation, jenis Cessna 208 Caravan bernomor registrasi PK-SNS, mengalami gangguan mesin tak lama setelah lepas landas dari Bandara Nabire menuju Bandara Kaimana sekitar pukul 13.00 waktu setempat pada Selasa.

MEMBACA  Rundingan Tarif AS dengan Indonesia Berjalan Lancar, Komitmen Impor Minyak Tetap Teguh

Berdasarkan informasi awal, pesawat tersebut membawa 11 penumpang dan dua awak kabin: pilot Kapten Tania K dan co-pilot FO Bagus.

Setelah mendeteksi gangguan mesin yang mempengaruhi daya dorong pesawat, pilot memutuskan untuk kembali ke Bandara Nabire. Namun, demi keselamatan penumpang, pilot melakukan pendaratan darurat di Pantai Karadiri yang juga dikenal sebagai Logpond, yang terletak di ujung Bandara Nabire.

Berita terkait: Pesawat Smart Air jatuh di Nabire, Papua Tengah, semua penumpang selamat

Berita terkait: Kementerian buka 15 rute penerbangan perintis dari Nabire, Papua

Penerjemah: Ali Nur Ichsan, Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar