Banda Aceh (ANTARA) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, Abdul Mu’ti, meresmikan 53 sekolah yang direhabilitasi pemerintah setelah banjir dan tanah longsor pada November lalu di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, Provinsi Aceh, pada hari Kamis.
“Pekerjaan revitalisasi telah selesai untuk 36 sekolah di Aceh Tengah dan 17 sekolah di Bener Meriah,” ujarnya saat kunjungan ke SD Bintang 12 di Kecamatan Bintang, Aceh Tengah.
Saat memeriksa kondisi pascabencana dan menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah, Mu’ti menyebutkan program revitalisasi ini mencakup fasilitas untuk tingkat SD, SMP, dan SMA.
Seluruh 53 sekolah di dua kabupaten tersebut telah dipulihkan dan siap untuk melanjutkan aktivitas belajar mengajar, tambahnya.
Ia kemudian menyatakan komitmen pemerintah untuk memperluas program ini ke lebih banyak sekolah terdampak bencana di wilayah lain di provinsi itu pada tahun anggaran 2026.
“Semoga kita dapat memprioritaskan sekolah di daerah yang terjangkau pada tahun 2026,” kata Mu’ti.
Lebih lanjut, menteri menyoroti tinjauannya ke SMPN 22 Aceh Tengah, yang mencatat bahwa sekolah itu masih memerlukan perhatian dan bantuan khusus.
Oleh karena itu, ia mendukung rencana untuk memindahkan sementara siswa sekolah itu ke lokasi darurat yang disiapkan pemerintah Aceh Tengah sambil menunggu rekonstruksi.
“Rencana kami tahun ini adalah mendorong pembangunan gedung baru untuk SMPN 22 dan SD Negeri Bintang 12, yang telah kami kunjungi,” ucapnya.
Ia juga merespons positif permintaan bantuan akses internet untuk mendukung kegiatan di sekolah dasar tersebut, yang telah menerima panel interaktif dalam program digitalisasi sekolah Presiden Prabowo Subianto.
“Tidak usah khawatir, kementerian kami akan berupaya menyediakan layanan internet berbasis Starlink guna mendukung kegiatan belajar mengajar,” tegasnya.
Berita terkait: Aceh schools resume classes as RI Govt pushes post-disaster recovery
Berita terkait: 85 pct of disaster-hit schools in Aceh and Sumatra resume classes
Berita terkait: Floods – Education budget revised to accelerate recovery of schools
Penerjemah: Rahmat F, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026