Tak Hanya Pilkada, Partai Nonparlemen Siapkan Kajian Isu Strategis Pemilu

loading…

Sekjen Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkyansyah mengungkapkan bahwa Sekber GKSR tak hanya berhenti untuk mengkaji pemilihan kepala daerah (Pilkada) tak langsung. Namun juga akan mengkaji isu strategi sistem Pemilu di Indonesia. Foto/Achmad Al Fiqri

JAKARTA – Gerakan koalisi partai non-parlemen didalam Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR), tidak cuma fokus pada pembahasan tentang Pilkada langsung. Mereka juga akan meneliti isu-isu strategis menyangkut sistem pemilu di Indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkyansyah menjelaskan bahwa perhatian utama koalisi ini bukan hanya Pilkada. Tetapi juga mencakup masalah-masalah strategis lain yang sering jadi hambatan buat partai diluar parlemen.

Baca juga: Sekber GKSR Bahas PT dan Pilkada, OSO: Satu Suara Tak Boleh Dicederai, Apalagi Hilang

“Kita akan mengkaji lebih dalam soal Pilkada, dan yang juga akan kita kaji, yang lebih penting, adalah tentang isu-isu strategis pemilu,” kata Ferry setelah rapat Sekber GKSR di Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026).

Ferry menyampaikan, isu-isu ini akan dibahas melalui Badan Pekerja. Rencananya, ada empat agenda pokok yang akan jadi fokus kajian Badan Pekerja: pertama, ambang batas parlemen (parliamentary threshold).

Kedua, verifikasi partai politik, termasuk proses pendaftaran dan penentuan partai sebagai peserta pemilu. Ketiga, bantuan politik (Banpol), dan terakhir adalah sistem Pemilu itu sendiri.

MEMBACA  Kegagalan makanan 'spoiled' Delta berarti puluhan penerbangan beralih ke hidangan hanya pasta

Tinggalkan komentar