Tim kriket Bangladesh kehilangan tempat di Piala Dunia T20 usai penolakan bermain di India, namun regu tembak justru berangkat ke New Delhi.
Diterbitkan Pada 29 Jan 2026
Bangladesh telah menyetujui kunjungan regu tembaknya ke New Delhi untuk Kejuaraan Menembak Asia bulan depan, hanya beberapa hari setelah penolakan tim kriket untuk bermain di India—akibat kekhawatiran keamanan—menyebabkan mereka kehilangan tempat di Piala Dunia Twenty20.
Bangladesh telah digantikan oleh Skotlandia dalam Piala Dunia T20 yang berlangsung 7 Februari hingga 8 Maret, setelah mereka bersikeras tidak akan bertandang ke India. Keputusan ini menyoroti kekhawatiran keamanan menyusul memburuknya hubungan politik antara kedua negara bertetangga tersebut.
Rekomendasi Cerita
Dewan Kriket Internasional (ICC), mengutip laporan penilaian keamanan independen, menolak tuntutan Bangladesh untuk memainkan pertandingan Piala Dunia mereka di Sri Lanka—salah satu tuan rumah bersama turnamen. ICC beralasan bahwa perubahan jadwal yang mendadak itu “tidak feasibel”.
Namun, sejumlah media di Bangladesh melaporkan bahwa satu kontingen tiga anggota—yang terdiri dari penembak Robiul Islam, pelatihnya Sharmin Akhter, dan anggota juri Saima Feroze—telah mendapat persetujuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk berkompetisi di New Delhi.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Senapan Nasional India (NRAI), Pawan Singh, mengonfirmasi partisipasi regu tembak tersebut di India.
“Partisipasi Bangladesh sudah dikonfirmasi sebulan yang lalu. Proses aplikasi izin untuk semua negara telah berjalan hampir tiga bulan,” kata Singh kepada kantor berita Reuters.
“Kami harus mengikuti norma-norma ISSF sebagai sebuah olahraga dan mematuhi piagam IOC (Komite Olimpiade Internasional). Sebagai NRAI, kami selalu mendapat dukungan dari pemerintah,” ujarnya, merujuk pada Federasi Olahraga Menembak Internasional.
Singh menambahkan bahwa kontingen Bangladesh tersebut tidak meminta langkah-langkah keamanan tambahan apa pun.
“Tim Bangladesh sudah sering kali datang ke turnamen kami, jadi mereka sangat mengenal protokol ketat kami. Mungkin itulah sebabnya mereka percaya diri dan tidak mengajukan permintaan khusus.”
Konfederasi Menembak Asia, yang menjadi penyelenggara acara, belum segera menanggapi permintaan untuk berkomentar.
Kejuaraan menembak senapan dan pistol tingkat benua itu akan diselenggarakan di New Delhi dari tanggal 2 hingga 14 Februari.