Indonesia Percepat Distribusi Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perdagangan bersama beberapa kementerian dan lembaga lainnya memutuskan untuk mempercepat penyaluran bahan pokok ke berbagai daerah. Langkah ini sebagai antisipasi terhadap gangguan cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Dalam konferensi pers pada Kamis, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menyatakan stok nasional bahan pokok seperti telur, minyak goreng, cabai, dan ayam ras sudah mencukupi.

Namun, pemerintah menghadapi kendala utama terkait kondisi cuaca, terutama pada Februari dan Maret 2026.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan wilayah seperti Sulawesi dan Papua diperkirakan mengalami curah hujan tinggi. Hal ini berpotensi menghambat saluran distribusi.

“Kami telah sepakat lebih awal bahwa semua distributor, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID FOOD, telah meluncurkan distribusi bahan pokok ke daerah-daerah sejak awal Februari ini,” kata Shofwan.

Kantornya juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan kesiapan pelayanan pelabuhan, termasuk ketersediaan kontainer dan kelancaran arus logistik.

Menurutnya, langkah antisipatif ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional, khususnya Ramadan dan Idul Fitri.

Ramadan diprediksi jatuh pada 18 Februari hingga 19 Maret, dilanjutkan dengan Idul Fitri keesokan harinya.

“Jadi, ketika musim hujan terjadi di Februari dan Maret, barang-barang sudah sampai di tujuan,” ujarnya.

Selain itu, Kementerian Perdagangan rutin berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian, Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, Kantor Staf Presiden, BUMN pangan, serta asosiasi terkait untuk memantau ketersediaan bahan pokok secara nasional.

Di luar penjaminan ketersediaan, Kementerian Perdagangan bersama kementerian/lembaga terkait lainnya juga berupaya menjaga stabilitas harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pembelian (HAP) Konsumen.

MEMBACA  OJK Menyelesaikan 9.107 Keluhan Konsumen Jasa Keuangan hingga Mei 2024, Terbanyak Fintech

Berita terkait: Indonesia maintains secure food supply amid holiday demand surge

Berita terkait: Government ensures food price stability during Ramadan, Eid period

Penerjemah: Maria Cicilia G P, Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar