Ketua OJK Paparan Langkah Penyesuaian Aturan Free Float Baru Sesuai Panduan MSCI

Kamis, 29 Januari 2026 – 14:39 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar memastikan, pihaknya akan segera merespons masukkan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Hal ini terkait dengan penilaian free float saham di pasar modal Indonesia.

Dia mengatakan, OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) akan melakukan beberapa langkah penyesuaian. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan dan metodologi MSCI.

"Penyesuaian ini sedang dikaji oleh MSCI. Dari hasil penilaiannya nanti, kami akan melakukan perbaikan lanjutan sampai nantinya bisa diterima oleh MSCI," kata Mahendra di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Dia pun membeberkan sejumlah langkah yang akan dilakukan OJK bersama SRO. Pertama, OJK akan menindaklanjuti proposal penyesuaian data free float yang sebelumnya telah dipublikasikan oleh BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Beberapa penyesuaian itu misalnya mengecualikan investor dalam kategori korporasi dan others dalam perhitungan free float. Serta memublikasikan kepemilikan saham di atas dan di bawah 5 persen untuk setiap kategori investor.

Langkah kedua, Mahendra memastikan OJK akan memenuhi permintaan tambahan MSCI. Permintaan itu terkait penyediaan informasi kepemilikan saham di bawah 5 persen yang disertai kategori investor dan struktur kepemilikannya. Menurutnya, upaya penyempurnaan ini akan mengacu pada best practice internasional. Tujuannya agar aspek transparansi dan keterbandingan data Indonesia sejajar dengan pasar global.

Kemudian langkah ketiga, lanjut Mahendra, SRO akan menerbitkan aturan mengenai free float minimum sebesar 15 persen dalam waktu dekat. Aturan ini akan memiliki prinsip transparansi yang kuat.

Nantinya, jika ada emiten atau perusahaan publik yang tidak dapat memenuhi ketentuan dalam jangka waktu yang ditetapkan, maka akan diterapkan exit policy. Proses ini akan melalui pengawasan yang terukur dan akuntabel.

MEMBACA  Putin tiba di Uzbekistan dalam perjalanan luar negeri ketiga dari masa jabatannya yang baru.

Mahendra menargetkan, beberapa langkah yang akan dilakukan oleh pihaknya bersama SRO ini nantinya akan memperkuat transparansi kepemilikan saham dan kepastian metodologi free float.

"Dalam upaya menjaga daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor internasional, di tengah dinamika evaluasi indeks global saat ini," ujarnya.

Tinggalkan komentar