Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) – Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, meletus pada Kamis pagi. Gunung itu mengeluarkan kolom abu setinggi 700 meter di atas puncaknya.
“Gunung Semeru meletus hari Kamis pukul 07.20 WIB. Kolom letusan yang teramati mencapai sekitar 700 meter di atas puncak, atau 4.376 meter di atas permukaan laut,” laporkan Mukdas Sofian, petugas di Pos Pengamatan Gunung Semeru.
Dia menyatakan kolom abu tebal itu terlihat berwarna putih hingga kelabu dan bergerak ke arah tenggara. Letusan ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 115 detik. Ini menyusul letusan sebelumnya pada pukul 04.47 WIB, yang menghasilkan kolom abu 500 meter dan berlangsung 123 detik dengan amplitudo 20 mm.
Gunung Semeru tetap berada di Tingkat Siaga III. Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah melarang segala aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam jarak 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat disarankan untuk menjauhi tepian sungai sepanjang Besuk Kobokan minimal 500 meter karena adanya risiko awan panas dan aliran lava yang bisa mencapai 17 kilometer dari puncak.
“Masyarakat juga dilarang beraktifitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena bahaya lontaran batu,” lanjutnya.
Lebih lanjut, masyarakat diminta tetap waspada terhadap bahaya awan panas dan aliran lava di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, khususnya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta kemungkinan lahar di sungai-sungai kecil yang bermuara ke Besuk Kobokan.
Berita terkait: Gunung Semeru Meletus Enam Kali, Abu Vulkanik Capai 1 Km
Berita terkait: Gunung Semeru Meletus, Hantarkan Awan Panas 5 Km dari Puncak
Penerjemah: Zumrotun Solichah, Resinta Sulistiyandari
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026