DEN Prioritaskan Pengembangan Energi Nuklir: Menteri

Jakarta (ANTARA) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pengembangan energi nuklir akan menjadi salah satu prioritas utama Dewan Energi Nasional (DEN) setelah pelantikannya sebagai ketua harian dewan pada Rabu.

“Kami telah menyusun Rencana Umum Energi Nasional yang akan diterjemahkan menjadi kebijakan pemerintah. Salah satu prioritasnya adalah pengembangan energi baru dan terbarukan, termasuk energi nuklir,” ujar Lahadalia di Kompleks Istana Presiden, Jakarta.

Ia tidak merinci bagaimana program energi nuklir akan diimplementasikan, dan mengatakan dewan akan menggelar rapat perdana terlebih dahulu. Hasilnya akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto, yang merupakan ketua ex-officio DEN.

“Sidang paripurna pertama dewan ini, insya Allah, akan dipimpin oleh Presiden,” tambah Lahadalia, sambil menyebut bahwa dewan juga akan meminta masukan dari Presiden Prabowo.

Lahadalia menjelaskan bahwa kebijakan energi Presiden Prabowo berdasar pada empat pilar: kedaulatan energi, ketahanan energi, kemandirian energi, dan kecukupan energi.

Kedaulatan energi, menurutnya, berarti memastikan sektor energi Indonesia tidak rentan terhadap intervensi pihak luar.

Untuk ketahanan energi, Lahadalia mengatakan dewan bertujuan meningkatkan cadangan energi negara dari level saat ini sekitar 21 hari menjadi tiga bulan, antara lain melalui pembangunan fasilitas penyimpanan energi baru.

Ia juga menyoroti ketergantungan Indonesia yang besar pada impor energi, dengan catatan impor bahan bakar mencapai 30 kiloliter, dan menyatakan DEN akan bekerja untuk mengurangi ketergantungan ini sebagai bagian dari upaya mencapai kecukupan energi.

Presiden Prabowo melantik anggota DEN untuk periode 2026–2029 di Kompleks Istana Presiden pada Rabu.

Selain Lahadalia, tujuh menteri lainnya juga dilantik ke dalam dewan: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri PPN Rachmat Pambudy, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

MEMBACA  Menteri Agus Mengungkap Identitas Warga Negara China yang Diduga Memberi Suap Petugas Imigrasi dengan Menyebar Video

Presiden juga melantik delapan perwakilan dari kelompok kepentingan masyarakat. Mereka termasuk Jonatan Numberi dan Mohammad Fadhil Hasan dari komunitas akademik; Satya Widya Yudha dan Sripeni Inten Cahyani dari sektor industri; Unggul Priyanto mewakili sektor teknologi; Saleh Abdurrahman mewakili sektor lingkungan; serta Muhammad Kholid Syeirazi dan Surono yang mewakili konsumen.

Presiden Prabowo menjabat sebagai Ketua DEN, dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil ketua dan Menteri Lahadalia sebagai ketua harian yang bertanggung jawab atas operasional harian dewan.

Berita terkait: Indonesia bentuk Dewan Energi Nasional untuk tingkatkan kecukupan energi

Penerjemah: Genta Tenri M, Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar