550 Ribu Hektar Lahan Sawah Beralih Fungsi Jadi Kawasan Permukiman dan Industri dalam Lima Tahun

loading…

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyebut 554 ribu hektare sawah jadi perumahan dan industri dalam lima tahun. Foto/SindoNews

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid untuk membahas pengendalian alih fungsi lahan sawah secara nasional. Tujuan-nya adalah untuk menjaga ketahanan pangan dan mendukung swasembada pangan. Pertemuan ini berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (28/1/2026).

Setelah pertemuan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menjelaskan bahwa dalam kurun waktu lima tahun dari 2019 sampai 2024, Indonesia kehilangan sekitar 554.000 hektar lahan sawah. Lahan-lahan ini berubah menjadi kawasan industri dan juga perumahan.

“Kami melaporkan tentang pengendalian alih fungsi lahan sawah di Indonesia. Pada periode 2019 sampai 2024, banyak sawah di Indonesia yang hilang. Berubah menjadi kawasan industri, atau berubah menjadi perumahan, kira-kira 554 ribu hektar,” ujar Nusron.

Baca juga: Nusron Wahid: 1,2 Juta Hektare Hutan di Sumatera Alih Fungsi Tambang dan Perkebunan

Nusron mengatakan bahwa Presiden Prabowo sudah mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini. “Dalam pembicaraan dengan beliau tadi, kami melaporkan bahwa kami sudah mengambil beberapa langkah. Langkah-langkah tersebut perlu kami konsultasikan dulu dengan Pak Presiden, dan alhamdulillah Bapak Presiden merestui-nya,” katanya.

MEMBACA  Seorang Pria Bobol Rumah Dokter di Pamekasan, Rampas Barang-barang Branded

Tinggalkan komentar