Rabu, 28 Januari 2026 – 17:30 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi akhirnya buka suara mengenai nama Juda Agung yang ramai disebut-sebut sebagai calon Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) pengganti Thomas Djiwandono.
Prasetyo menegaskan hal itu belum terjadi. Namun, ia tidak menyebutkan siapa saja kandidat yang bakal menjabat Wamenkeu. Prasetyo hanya menegaskan kursi kosong yang ditinggalkan Thomas akan segera ada penggantinya.
"Belum. Nanti pada waktunya, siapapun yang diputuskan oleh bapak presiden untuk mengisi posisi yang kosong itu, nanti akan kami sampaikan," kata Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia menegaskan sebelum memutuskan menunjuk wamenkeu baru, Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kajian, termasuk meminta pendapat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal pengganti Thomas di Kemenkeu.
"Nanti setelah proses itu, bapak presiden pasti akan melakukan kajian dan meminta pendapat tentunya dengan menteri keuangan mengenai pengisian kembali jabatan wamenkeu yang tadinya diisi oleh Pak Thomas Djiwandono, yang sekarang akan bertugas di Bank Indonesia," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Juda Agung, merupakan salah satu calon kuat untuk mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan.
Namun, saat ditemui usai acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026, Purbaya mengatakan dirinya juga belum tau secara pasti siapa yang akhirnya akan menduduki jabatan tersebut.
"Saya kan sudah ketemu dengan beliau, dan kelihatannya sih salah satu calon yang kuat ya," kata Purbaya di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
Dia memperkirakan pelantikan Wamenkeu baru itu akan berlangsung pada bulan Februari 2026.
"Pelantikan saya dengar sih Februari ya. Mungkin minggu depan," ujarnya.
Sementara soal pembagian tugas Wamenkeu ke depan, Purbaya juga mengaku belum mengetahui keputusannya secara pasti. Namun, dia memastikan bahwa tugas penerimaan bea cukai dan pajak akan ditangani sendiri olehnya secara langsung.
"Saya juga enggak tahu pembagiannya seperti apa, pokoknya kita kerja aja udah. Yang macet-macet saya beresin. Tapi bea cukai dan pajak saya tangani langsung karena itu penting buat penerimaan tahun ini," ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Juda Agung telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak 13 Januari 2026. Dia sebelumnya menjabat berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 2021.