Kesalahan Kirim Email Ungkap Rencana PHK Massal Amazon

Rabu, 28 Januari 2026 – 14:40 WIB

Jakarta, VIVA – Amazon kembali jadi sorotan setelah sebuah email internal yang diduga terkirim tidak sengaja mengungkap adanya perubahan organisasi di unit komputasi awan (cloud) perusahaan. Insiden ini terjadi di tengah ekspektasi pasar bahwa raksasa e-commerce itu bakal kembali lakukan pemangkasan tenaga kerja besar-besaran, seiring dorongan efisiensi, restrukturisasi bisnis, serta peningkatan penggunaan kecerdasan buatan.

Baca Juga :
Imbas Penjualan Melambat, Nike Umumkan PHK Massal

Pada Selasa, 27 Januari 2026, Amazon mengirim pemberitahuan kepada staf cloud dalam sebuah kesalahan yang kelihatanya tidak disengaja, yang mengakui adanya perubahan organisasi. Sebelumnya, sumber yang tahu masalah ini menyebut Amazon diperkirakan akan umumkan PHK massal pada tenaga kerja korporatnya paling cepat pekan ini.

Unit cloud computing dan unit toko ritel termasuk divisi yang diperkirakan terdampak. “Perubahan seperti ini berat bagi semua orang,” tulis Colleen Aubrey, wakil presiden senior solusi AI terapan di Amazon Web Services (AWS) dalam email yang tersebar, seperti dikutip dari CNBC, Rabu, 28 Januari 2026.

Baca Juga :
PHK di Mana-mana! WEF Ungkap Realita Baru Dunia Kerja, Seperti Apa?

“Keputusan ini sulit dan dibuat dengan penuh pertimbangan saat kami memposisikan organisasi dan AWS untuk kesuksesan di masa depan,” sambungnya.

Pesan tersebut juga merujuk pada unggahan kepala SDM Amazon, Beth Galetti, dan menyebut perusahaan telah memberi tahu rekan kerja yang terdampak di perusahaannya.

Baca Juga :
Amazon Mau PHK Lagi, 14.000 Karyawan di Divisi Ini Terancam

Subjek email tersebut bertanda “Project Dawn,” dan email itu disebut telah “dibatalkan,” yang mungkin menandakan pesan ditarik kembali setelah terkirim. Hingga kini, belum jelas apa yang dimaksud dengan Project Dawn. Perwakilan Amazon juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

MEMBACA  Pentingnya Berbagi Kebaikan Menjelang Ramadhan

Seperti diketahui, gelombang pengurangan karyawan ini menyusul pengumuman Amazon pada Oktober lalu bahwa perusahaan akan mem-PHK 14.000 karyawan korporat. Saat itu, perusahaan mengindikasikan pemangkasan akan berlanjut pada 2026 seiring upaya menemukan area tambahan untuk menghilangkan lapisan organisasi.

CEO Amazon Andy Jassy sempat jelaskan bahwa PHK bertujuan mengurangi lapisan manajemen dan birokrasi di dalam perusahaan. Ia juga prediksi pada Juni lalu bahwa peningkatan efisiensi dari AI akan menyusutkan jumlah staf korporat Amazon dalam beberapa tahun ke depan.

Amazon juga umumkan reorganisasi bisnis bahan pangan (grocery). Perusahaan nyatakan akan tutup supermarket Fresh dan gerai minimarket Go guna memprioritaskan investasi di toko Whole Foods serta layanan belanja bahan pangan daring.

Halaman Selanjutnya

Eksekutif utama divisi grocery Amazon, Jason Buechel, mengatakan kepada staf melalui memo bahwa perusahaan perlu membuat pilihan tersebut untuk memenangkan pelanggan. Ia juga umumkan langkah restrukturisasi lain, termasuk rencana penunjukan peran kepemimpinan khusus untuk kualitas bahan pangan.

Tinggalkan komentar