Cara Mengajukan Pinjaman Usaha dengan Status LLC

Pinjaman untuk Perusahaan LLC (Perseroan Terbatas)

Perusahaan LLC punya akses ke beberapa pinjaman usaha kecil yang dirancang khusus untuk membiayai berbagai kebutuhan bisnis.

Pinjaman untuk LLC bisa dipakai untuk banyak hal. Contohnya, modal kerja, menutup biaya awal membuka usaha, beli peralatan atau stok barang, iklan dan pemasaran, bahkan untuk properti komersial.

Tapi hati-hati, menandatangani jaminan pribadi bisa menghilangkan perlindungan tanggung jawab terbatas. Kalau bisnis tidak bisa bayar utang, kamu bisa jadi bertanggung jawab secara pribadi.

Pinjaman LLC tersedia di berbagai bank tradisional, credit union, dan pemberi pinjaman online. Kamu harus paham pilihan pendanaan yang ada untuk dapatkan pinjaman LLC terbaik untuk bisnismu.

Banyak pemberi pinjaman menawarkan pinjaman bisnis ke LLC, meski mereka mungkin tidak secara khusus menyebut produknya sebagai "pinjaman LLC". Kamu perlu memenuhi beberapa syarat umum pinjaman bisnis. Biasanya ini termasuk nilai kredit pribadi dan bisnis yang bagus, riwayat pendapatan bisnis yang memenuhi syarat, dan menyerahkan jaminan (collateral).

Saat cari pinjaman bisnis LLC, kamu perlu mengisi aplikasi. Prosesnya bisa sedikit beda di tiap pemberi pinjaman, tapi ini langkah-langkah umumnya:

  1. Periksa Nilai Kredit Bisnis dan Pribadimu
    Beberapa pemberi pinjaman mempertimbangkan laporan dan nilai kredit bisnis dari lembaga seperti Dun & Bradstreet, Equifax, dan Experian. Mereka juga biasanya mengevaluasi riwayat dan nilai kredit pribadimu untuk menentukan kelayakan dan suku bunga pinjaman.

    • Peminjam tradisional (bank/credit union) biasanya suka peminjam dengan kredit bagus (skor ~670 ke atas).
    • Peminjam alternatif (online) mungkin mau bekerjasama dengan skor kredit sekitar 600, tapi biaya pinjamannya lebih tinggi.
    • Jaminan pribadi seringkali diperlukan meski LLC memberi perlindungan hukum.
  2. Pilih Jenis Pinjaman yang Tepat
    Ada beberapa jenis pinjaman LLC. Pertimbangkan panduan skor kredit dan timbang kelebihan serta kekurangan setiap pilihan.

    • Pinjaman Berjangka (Term Loan): Dapat uang sekaligus, dibayar cicilan dalam periode tertentu (biasanya 5+ tahun).
      • Biaya pinjaman sering lebih tinggi untuk startup.
      • Jaminan pribadi biasanya diperlukan.
      • Skor kredit rendah bisa menyebabkan penolakan atau suku bunga lebih tinggi.
    • Line of Credit: Mirip kartu kredit bisnis, tapi limitnya biasanya lebih tinggi. Ada periode penarikan dan periode pembayaran.
    • Pinjaman SBA 7(a): Dijamin oleh SBA AS, berfungsi seperti pinjaman tradisional. Ada yang memerlukan jaminan (secured) dan tidak (unsecured).
      • Biasanya tidak tersedia untuk pemilik bisnis dengan kredit buruk.
      • Proses aplikasi kompleks.
      • Waktu persetujuan dan pencairan lama.
    • Pinjaman Mikro SBA: Dikembangkan untuk bantu komunitas, hingga $50,000. Memerlukan jaminan dan seringkali jaminan pribadi.
      • Terbuka untuk kredit buruk.
      • Suku bunga rendah.
      • Periode pembayaran lebih panjang.
      • Proses aplikasi kompleks.
      • Waktu persetujuan dan pencairan lama.
      • Pemberi pinjaman yang menawarkan terbatas.
    • Pembiayaan Peralatan (Equipment Financing): Khusus untuk beli peralatan, dengan peralatan itu sendiri sebagai jaminan.
    • Invoice Factoring: Mengubah tagihan yang belum dibayar jadi uang tunai segera. Perusahaan factoring membayar 70-90% nilai tagihan, lalu menagih ke klien.
    • Merchant Cash Advance: Uang tunai sekaligus dengan jaminan penjualan masa depan. Jadwal pengembalian agresif, biaya bisa sangat tinggi.
      • Suku bunga tinggi.
      • Periode pembayaran singkat.
  3. Tentukan Jumlah Pinjaman yang Terjangkau
    Gunakan kalkulator pinjaman bisnis untuk hitung jumlah yang tidak ganggu arus kas. Contoh: Pinjaman $10,000 selama 3 tahun dengan suku bunga 8% = cicilan ~$313/bulan.
    Atur angka sampai dapat cicilan bulanan yang bisa dikelola bisnismu.
    Kamu juga bisa pakai rasio Debt-to-Income (DTI) dan Debt Service Coverage Ratio (DSCR) untuk mengukur kemampuan bayar utang. Pemberi pinjaman suka DTI ≤36% dan DSCR minimal 1,25.

  4. Riset dan Bandingkan Pemberi Pinjaman
    Telusuri bank, credit union, dan lender online. Bandingkan berdasarkan:

    • Syarat Minimum: Lama usaha, pendapatan tahunan, skor kredit minimum.
    • Syarat Pembayaran: Biasanya 5-25 tahun. Semakin lama, cicilan bulanan lebih rendah tapi total bunga lebih besar.
    • Kecepatan Pencairan: Lender online seringkali cairkan dalam 48 jam, bank tradisional mungkin seminggu atau lebih.
  5. Siapkan Dokumen yang Diperlukan
    Kumpulkan dokumen-dokumen ini:

    • Informasi Pribadi: Nama, alamat, resume, sumber penghasilan, kontak (kamu dan pemilik lainnya).
    • Informasi Perusahaan: Nama dan alamat perusahaan, NPWP atau nomor EIN.
    • Data Keuangan Perusahaan: Neraca, laporan laba rugi, proyeksi arus kas, laporan pajak, dan rekening bank bisnis (biasanya 2 tahun terakhir).
    • Dokumen Hukum: Akta pendirian, izin usaha, bukti asuransi bisnis.
    • Rencana Bisnis: Detail penggunaan dana dan manfaat finansialnya.
      (Untuk pinjaman dengan jaminan, siapkan juga informasi tentang aset jaminannya).

  6. Ajukan Aplikasi dan Tunggu Keputusan
    • Lender online: Proses seluruhnya online, keputusan cepat (beberapa menit/hari kerja berikutnya).
    • Bank tradisional: Keputusan bisa beberapa hari hingga minggu, suku bunga sering lebih rendah. Membangun hubungan baik bisa bantu dapat pinjaman di masa depan.
      Setelah disetujui, tandatangani dokumen pinjaman dan dana akan dicairkan.

  7. Perhatikan Biaya-Biaya Pinjaman
    Cari tahu biaya selain bunga, seperti:

    • Biaya provisi (origination fee): 1-5% dari jumlah pinjaman.
    • Denda keterlambatan bayar (late payment fee).
    • Denda pelunasan lebih awal (early repayment/prepayment penalty).
    • Biaya administrasi berkala (servicing fee).
    • Biaya pengecekan kredit (credit check fee).
    • Biaya underwriting.

      Alternatif Jika Pinjaman LLC Tidak Tepat

    • Business Grant: Sumber dana gratis yang tidak perlu dikembalikan, sering untuk kategori bisnis tertentu (misal milik minoritas atau wanita).
    • Crowdfunding: Kumpulkan donasi/investasi kecil dari banyak orang untuk danai proyek atau ide bisnis.
    • Kartu Kredit Bisnis: Berfungsi seperti kartu kredit biasa, bisa dipakai ulang selama limit mencukupi. Sering ada bonus seperti periode bebas bunga atau program rewards.

      Kesimpulan:
      Mendapatkan pinjaman bisnis LLC memerlukan beberapa langkah: pahami jenis pinjaman, hitung kebutuhan, bandingkan lender, siapkan dokumen, lalu ajukan. Jika pinjaman tidak cocok, pertimbangkan alternatif seperti kartu kredit bisnis, grant, atau crowdfunding.

      FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan):

    • Apa yang terjadi jika pinjaman LLC ditolak?
      Tanyakan alasan penolakan ke lender. Kamu mungkin perlu cari jenis pinjaman lain (misal untuk kredit buruk), coba lender alternatif (online/P2P), atau crowdfunding. Perbaiki kesehatan kreditmu jika itu penyebabnya.
    • Perlu LLC untuk dapat pinjaman bisnis?
      Tidak selalu. Pemilik usaha perorangan (sole proprietor) juga bisa dapat pinjaman bisnis, tapi pilihan lender mungkin lebih terbatas.
    • Sulitkah dapat pinjaman bisnis dengan LLC?
      Jika kreditmu bagus dan memenuhi syarat, seringkali tidak sulit. Bisnis baru atau dengan pendapatan terbatas mungkin lebih sulit, terutama di bank tradisional.
    • Bagaimana cara kerja pinjaman bisnis LLC?
      Tergantung jenisnya. Ada yang dicairkan sekaligus dan dicicil (pinjaman berjangka), ada yang seperti kartu kredit (line of credit) bisa dipakai sesuai kebutuhan.
    • Apakah lebih mudah dapat kredit bisnis dengan LLC?
      Ya, bisa lebih mudah. Membentuk bisnis sebagai badan hukum (LLC) dapat mempermudah akses pendanaan dan mungkin mengurangi bias dari pemberi pinjaman.
MEMBACA  Cara Menonton Arsenal vs. Athletic Club dari Mana Saja: Streaming Pertandingan Persahabatan Pramusim

Tinggalkan komentar