Anggota Kongres Minnesota Ilhan Omar Disiram Cairan Tak Dikenal dalam Forum Publik

Perwakilan Minnesota Ilhan Omar diserang dengan zat tak dikenal dalam sebuah pertemuan konstituen yang ia pimpin pada Selasa, ketika seorang anggota audiens menggunakan semprotan berisi cairan ke arahnya, menurut kepolisian Minneapolis.

Omar tidak terluka dan melanjutkan pidatonya. Pelaku langsung ditangkap dan penyelidikan forensik dilakukan di tempat kejadian, tambah polisi.

“Saya kira itu salah satu asistennya yang hendak menyampaikan catatan atau semacamnya,” ujar Jacquelynn Goessling mengenai pria yang menyemprotkan cairan itu, yang baunya yang tajam memenuhi bagian depan ruangan.

Dalam sebuah pernyataan di X, Omar berkata: “Saya baik-baik saja. Saya seorang penyintas jadi provokator kecil ini tidak akan mengintimidasi saya untuk menjalankan tugas. Saya tidak membiarkan pengganggu menang.”

Usai insiden itu, Omar mengatakan kepada hadirin bahwa “kita akan terus berjuang… kita adalah Minnesota yang tangguh”.

Seorang pengunjung lain, Alfred Flowers Jr., mengatakan kepada BBC bahwa ia “menghargai keberanian dan kekuatannya untuk tetap bertahan dan menyelesaikan pertemuan konstituen untuk rakyat”.

Rekaman dari lokasi menunjukkan tim keamanan berteriak “beri jalan” saking mereka menggiring pria tersebut keluar ruangan.

Saat didorong keluar, pria itu mengatakan bahwa Omar “mengadu-domba kita satu sama lain”. Identitas yang dirujuk oleh pria tersebut tidak segera jelas.

Cairan yang disemprotkannya memiliki aroma masam yang mirip dengan produk kimia, menurut seorang jurnalis BBC yang berada di ruangan itu.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Wali Kota Minneapolis Jacob Frey menyatakan: “Kekerasan dan intimidasi tidak punya tempat di Minneapolis. Kita bisa berbeda pendapat tanpa membahayakan orang lain… Perilaku seperti ini tidak akan ditoleransi di kota kita.”

Pada 2019, Omar menjadi orang Amerika-Somali pertama, orang Amerika kelahiran Afrika pertama, dan salah satu dari dua wanita Muslim Amerika pertama yang bertugas di Kongres AS.

MEMBACA  Seorang Pembunuh Berantai dari Amerika Serikat Memangsa Wanita Muda di Kanada

Acara tersebut merupakan salah satu pertemuan rutin yang diadakan Omar, dan sekitar 100 orang hadir di ruang bawah tanah Minneapolis utara, berharap mendengar tentang kehadiran pejabat imigrasi federal di kota mereka serta mengajukan pertanyaan menyusul penembakan kedua warga negara Amerika oleh pejabat imigrasi bulan ini.

Pada Januari, seorang petugas imigrasi menewaskan warga negara AS Renee Good. Pekan lalu, warga negara AS Alex Pretti tewas setelah dihentikan oleh agen perbatasan, yang kembali memicu protes dan kecaman publik.

Dalam pertemuan itu, Omar menyerukan agar Immigration and Customs Enforcement (ICE) “dibubarkan” dan mengatakan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem harus “mengundurkan diri atau menghadapi pemakzulan”. Setelah komentar inilah pria tersebut menyerang.

Para pejabat meminta anggota Kongres itu untuk mengakhiri pertemuan, namun ia bersikeras untuk melanjutkan.

Berbicara kembali di podium, Omar berkata: “Kita akan terus berbicara. Beri saya sepuluh menit. Tolong jangan beri mereka panggung. Tolong jangan beri mereka panggung.”

Banyak di kawasan itu memandang peningkatan tindakan penegakan imigrasi sebagai respons terhadap ketidaksukaan Presiden Donald Trump terhadap Omar, yang ia sebut sebagai “orang gila kiri radikal”.

Pada hari Selasa, menanggapi penembakan fatal kedua itu, Trump mengatakan administrasinya “akan meredakan situasi sedikit” di Minnesota.

Pelaporan tambahan oleh Kristina Volk.

Tinggalkan komentar