GM Catatkan Kerugian USD7,6 Miliar di Bisnis EV, Tapi Kapitalisasi Pasar Tumbuh Setara.

Saham General Motors (GM) melonjak sampai 9% pada hari Selasa, menambah lebih dari $7 miliar ke nilai pasar perusahaan. Ini terjadi setelah pabrikan mobil terbesar di Detroit itu melaporkan hasil keuangan. GM mengungkapkan penurunan nilai aset (writedown) yang sangat besar sebesar $7,6 miliar untuk ambisi kendaraan listriknya. Tapi, perusahaan juga memukau pasar dengan generasi uang tunai yang besar, pembayaran dividen yang lebih tinggi untuk pemegang saham, dan pandangan optimis untuk tahun 2026.

Raksasa Detroit ini, yang lama dianggap sebagai pemimpin industri mobil tradisional AS, melaporkan laba disesuaikan (EBIT) sebesar $12,7 miliar untuk tahun 2025. Mereka juga menghasilkan arus kas bebas otomotif disesuaikan sebesar $10,6 miliar. GM mengatakan tahun 2025 adalah tahun dengan pangsa pasar tertinggi mereka di AS dalam satu dekade, didukung oleh persediaan dealer yang rendah dan harga yang kuat untuk truk dan SUV.

Penurunan Nilai Aset Mengubah Strategi EV

Berita buruk utama datang dari masalah yang sudah diketahui di bisnis kendaraan listrik GM. Manajemen mencatat total $7,6 miliar biaya restrukturisasi terkait EV pada paruh kedua 2025. Biaya ini terkait dengan penyesuaian kapasitas setelah permintaan dan kebijakan AS berubah terhadap target EV yang agresif.

CFO Paul Jacobson mengatakan biaya ini berasal dari keputusan seperti menghentikan produksi van listrik BrightDrop dan penurunan nilai aset EV tertentu. Sekitar $4,6 miliar dari total akan dibayar tunai, sebagian besar pada 2026. Meski ada penyesuaian ini, GM menekankan bahwa mereka tetap percaya EV akan menjadi menguntungkan seiring waktu berkat baterai kimia baru dan pemotongan biaya.

Investor Hargai Uang Tunai dan Disiplin

Yang lebih penting dari penurunan nilai aset adalah kemampuan GM menghasilkan uang tunai dan mengembalikannya ke pemegang saham. Selama dua tahun terakhir, GM menghasilkan hampir $25 miliar arus kas bebas. Perusahaan juga membeli kembali saham senilai $6 miliar pada 2025 dan menaikkan dividen kuartalan sebesar 20%.

MEMBACA  "Perusahaan yang Membawanya ke Pasar, Mengatakan Harus Berada di 80!" Kata Jim Cramer

Profesor Yale Jeffrey Sonnenfeld menyoroti kinerja CEO Mary Barra sebagai salah satu yang terbaik pada 2025. Dia bilang GM menghadapi tahun yang sangat bergejolak, tapi tetap bisa melampaui ekspektasi tiap kuartal. Saham GM naik 60% sepanjang tahun, performa terbaik sejak bangkrut tahun 2009.

Kembali ke Margin 8%–10% di Amerika Utara

GM juga memberikan pandangan yang meyakinkan investor untuk tahun 2026. Perusahaan menargetkan laba disesuaikan (EBIT) $13 hingga $15 miliar dan arus kas bebas $9 hingga $11 miliar. Target ini didukung rencana kembali ke margin EBIT 8%–10% di Amerika Utara.

GM akan berinvestasi $10-11 miliar per tahun pada 2026 dan 2027. Sekitar $5 miliar per tahun akan digunakan untuk memperluas kapasitas produksi truk dan SUV di AS. Di sisi teknologi, GM melaporkan 12 juta pelanggan OnStar pada 2025, dan layanan Super Cruise diperkirakan menambah pendapatan $400 juta pada 2026.

Transisi EV yang Lebih Lambat Tapi Menguntungkan

CEO Mary Barra menyebut penurunan nilai aset dan pemotongan kapasitas ini sebagai perubahan ke peluncuran EV yang lebih hati-hati. Langkah ini lebih sesuai dengan permintaan pelanggan dan perubahan kebijakan di AS. GM telah menjual sahamnya di pabrik baterai Ultium dan akan memperkenalkan kendaraan hybrid di segmen penting.

"Kami tetap percaya pada EV," kata Barra kepada investor. Dia mencatat hampir 100.000 pelanggan EV baru bergabung dengan GM pada 2025. Untuk saat ini, Wall Street setuju dengan pendekatan yang lebih lambat tapi menguntungkan ini. Investor mendorong saham GM lebih tinggi, percaya bahwa sang pemimpin dari Detroit telah menemukan cara untuk bertransisi sesuai dengan kondisinya sendiri.

Tinggalkan komentar