Rabu, 28 Januari 2026 – 00:10 WIB
Washington, VIVA – Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dikabarkan sedang bersiap untuk membuka kantor cabang di Venezuela. Ini adalah langkah awal untuk membangun kehadiran permanen AS di negara itu.
Baca Juga:
Awas Jebakan Investasi Minyak Venezuela
Upaya ini dipercaya bertujuan memengaruhi arah politik dan masa depan Venezuela. Demikian dilaporkan CNN International, Selasa, 27 Januari 2026, mengutip beberapa sumber.
Menurut laporan, CIA saat ini berkoordinasi dengan Departemen Luar Negeri AS untuk merancang bentuk keterlibatan Amerika di Venezuela, baik untuk jangka pendek maupuan jangka panjang. Dalam rencana jangka panjang, Departemen Luar Negeri diperkirakan akan menjadi perwakilan diplomatik resmi AS di sana.
Baca Juga:
Menhan Venezuela: Serangan AS Tewaskan 83 Orang, 32 Warga Kuba
Namun, sebelum kedutaan dibuka kembali secara resmi, pemerintahan Presiden Donald Trump disebut akan mengandalkan kantor cabang CIA ini untuk memulai proses masuk kembali ke Venezuela. Kantor ini akan berfungsi sebagai saluran awal untuk menjalin kontak informal dengan berbagai kelompok politik di dalam negeri Venezuela.
Baca Juga:
Oposisi Venezuela Machado Serahkan Nobel Perdamaiannya ke Trump
Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat dihadirkan di pengadilan AS
Sumber yang mengetahui rencana ini menyebut, CIA juga berpotensi memberikan pengarahan intelijen kepada pejabat Venezuela. Khususnya terkait pihak-pihak yang dianggap rival strategis AS, seperti China, Rusia, dan Iran.
"Mendirikan kantor cabang adalah prioritas utama. Sebelum jalur diplomatik dibuka, kantor cabang bisa membantu membangun saluran penghubung dengan intelijen Venezuela. Itu memungkinkan percakapan yang tidak bisa dilakukan oleh diplomat biasa," kata seorang mantan pejabat AS, seperti dikutip CNN.
Langkah ini muncul setelah Amerika Serikat pada 3 Januari melancarkan operasi besar di Venezuela. Operasi itu berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Keduanya lalu dibawa ke New York dan didakwa terlibat dalam kasus "narko-terorisme".
Dalam persidangan di pengadilan New York, Maduro dan Flores menyatakan tidak bersalah atas semua dakwaan. Pemerintah Venezuela menanggapi dengan meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.
Mahkamah Agung Venezuela kemudian secara sementara mengalihkan kewenangan kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez. Ia dilantik secara resmi sebagai presiden sementara dalam sidang Majelis Nasional pada 5 Januari.
Artikel Lainnya:
Spionase China Tembus Downing Street, Ponsel Ajudan PM Inggris Diretas Bertahun-tahun
China dilaporkan telah meretas ponsel para ajudan dan pejabat senior di Downing Street – kantor perdana menteri Inggris selama beberapa tahun.
VIVA.co.id | 27 Januari 2026